Rudi Mangunsong Soroti Rencana SPMB : Jangan Ciptakan Sekolah Unggulan Dan Buangan

- Redaksi

Jumat, 13 Juni 2025 - 17:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Rudi Mangunsong, Ketua Komisi II DPRD Berau

Foto : Rudi Mangunsong, Ketua Komisi II DPRD Berau

Lintasjejaring.com, Berau – Rencana Kementerian Pendidikan untuk, merubah sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), menuai sorotan dari Rudi Mangunsong, Ketua Komisi II DPRD Berau.

Ia menilai, kebijakan baru ini akan memberikan risiko, yang berupa memperburuk kesenjangan antar sekolah yang ada.

“Sistem rayonisasi, berpotensi menciptakan kasta dalam pendidikan. Sekolah unggulan hanya diisi anak-anak pejabat, sementara sekolah lain dianggap buangan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menegaskan, bahwa semangat awal sistem zonasi, adalah pemerataan kualitas pendidikan, tanpa membedakan status sosial siswa.

“Zonasi itu bagus, karena memaksa pemerataan, baik dari sisi guru maupun siswa. Sayangnya, penerapannya di Berau masih terkendala fasilitas,” katanya.

Ia juga menyampaikan, bahwa keterbatasan Ruang Kelas Belajar (RKB), menjadi masalah utama di banyak sekolah. Padahal, menurutnya, anggaran APBD Berau cukup besar, untuk dapat menambah fasilitas pendidikan.

Baca Juga:  Pemkab Kukar Serahkan Tahapan Pencabutan Perda Sedulang pada Proses Pembahasan
Baca Juga:  Persoalan BBM Tak Kunjung Kelar, Komisi II DPRD Kaltim Panggil Pertamina

Ia khawatir, jika sistem baru ini diberlakukan, tanpa melalui kajian yang matang, maka akan memperlebar jurang antara sekolah – sekolah di daerah.

“Kalau di kota besar, sekolahnya rata-rata sudah bagus. Tapi di Berau, kondisi sekolah masih jauh dari setara. Ini harus jadi perhatian khusus,” jelasnya.

Meski demikian, ia juga menghimbau bahwa, DPRD akan terus mengawasi, dan mengevaluasi pelaksanaan sistem baru tersebut, agar tidak menimbulkan penumpukan siswa di satu sekolah, dan kekosongan di sekolah lain.

“Yang penting jangan sampai kebijakan baru ini justru merusak semangat pemerataan pendidikan yang selama ini dibangun,” pungkasnya.

 

Baca Juga:  Raker FKKJ Bulungan, Mantapkan Program Sinergitas Membangun Bulungan

(Iza/ADV/Ed-Sean/DPRD Berau)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi
Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau
Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas
Sekolah Lansia Kukar Siapkan Wisuda, DP2KB Sebut Pembelajaran Dorong Lansia Lebih Mandiri
Program Bunga Desaku Kukar Terpilih Ikuti Kompetisi Inovasi Tingkat Provinsi
Dispar Kukar Jajaki Peluang Kolaborasi Event Berskala Nasional dengan IKN

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:05 WITA

Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:20 WITA

Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terbaru