Lintasjejaring.com, Berau – Sejak awal tahun 2025, keterlambatan pembayaran gaji bagi tenaga kerja honorer di Kabupaten Berau, menjadi perhatian serius.
Kondisi ini semakin disorot, mengingat terjadinya peningkatan kebutuhan ekonomi masyarakat, selama bulan Ramadhan.
Sri Kumalasari, selaku Anggota DPRD Berau, menilai keterlambatan tersebut, tidak hanya berdampak pada tenaga honorer, tetapi juga mencerminkan tekanan. Bahkan, ada beberapa perusahaan swasta yang mengalami kesulitan serupa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
” Saat ini, bukan hanya honorer yang merasakan dampaknya, akan tetapi juga ada banyak perusahaan swasta yang belum mampu, untuk membayar gaji karyawan tepat pada waktunya. Tahun 2025 ini, sepertinya akan lebih berat, kita hanya bisa berharap, dan berdoa agar keadaan segera membaik,” ucapnya.
Keterlambatan ini semakin dirasakan di bulan Ramadhan, ketika pengeluaran masyarakat cenderung meningkat, banyak tenaga honorer yang masih harus membayar sewa rumah, cicilan, serta memenuhi kebutuhan keluarga mereka.
“Situasi ini sangat sulit, apalagi di bulan puasa. Banyak yang harus membayar kontrakan, cicilan, serta kebutuhan anak – anak, tanpa gaji yang tepat waktu, mereka pasti merasa sangat tertekan,” ujarnya
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini juga, mengungkapkan bahwa, beberapa perusahaan swasta di Berau, bahkan mengalami keterlambatan pembayaran gaji, hingga satu sampai dua bulan. Padahal, dalam waktu dekat, perusahaan harus menyiapkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para karyawan.
“Ada beberapa perusahaan yang belum bisa membayar gaji selama satu hingga dua bulan, ini menjadi salah satu masalah besar, terutama saat menjelang pembayaran THR,” jelasnya.
Sebagai bentuk kepedulian, dirinya berjanji akan mencari solusi, dengan berkoordinasi bersama dengan para instansi terkait, untuk mengetahui penyebab keterlambatan dan mencari jalan keluar.
“Kami akan berkomunikasi dengan pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun perusahaan, untuk dapat menemukan solusi terbaik. Semoga hak tenaga honorer, dan karyawan swasta bisa segera dipenuhi,” tutupnya
Situasi ini tentu menjadi perhatian bagi semua pihak, terutama bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha, diharapkan kedepannya, segara ada langkah konkret, agar keterlambatan pembayaran gaji tidak berlarut – larut, terutama menjelang perayaan Idulfitri.
Iza/ADV/Ed-Sean/DPRD Berau









