Era Kepemimpinan Baru, Gejolak Permasalahan Baru Bagi Dunia Pendidikan

- Redaksi

Kamis, 13 Februari 2025 - 12:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi

Foto : Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi

LINTASJEJARING.COM, Jakarta – Di awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menimbulkan banyak perubahan salah satunya perubahan pemotongan anggaran bagi dunia pendidikan.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemenditisaintek) yang awalnya memiliki pagu anggaran sejumlah Rp 57,6 triliun, mendapatkan pemotongan anggaran sehingga hanya menyisakan Rp35,1 triliun atau sebesar 39% dana yang dipotong, tepatnya sebanyak Rp 22,5 triliun telah dipotong.

Pemotongan ini berasal dari perjalanan dinas, rapat serta koordinasi yang selama ini sering diangendakan, namun tidak berhenti disitu program riset juga terkena getah pemotongan ini, yang awalnya berjumlah Rp 1,1 triliun terkena potongan sebesar 20%.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya Kemenditisaintek, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang awalnya, memiliki pagu anggaran sebesar Rp 33,5 Triliun mendapatkan potongan, sehingga hanya menyisakan Rp 25,5 triliun, yang artinya anggaran yang dipotong sebesar Rp 8 Triliun. Sektor infrastruktur menjadi salah satu pos belanja yang masuk dalam daftar potongan.

Baca Juga:  Rilis Pendidikan Berjenjang Inklusif, Kemendikbud Upayakan Kesetaraan

Kemendikdasmen sendiri memiliki 25 program prioritas pada tahun 2025 ini, 5 diantara program prioritas tersebut adalah,

  1. Program Indonesia Pintar
  2. Dana Bantuan Operasional Sekolah atau Dana BOS
  3. Bantuan afirmasi untuk siswa daerah 3T atau siswa yang berasal dari Papua
  4. Wajib belajar 13 tahun
  5. Pemberian Tunjangan untuk guru non – ASN
Foto : Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, mengkhawatirkan akan kualitas pendidikan yang menurutnya akan menurun akibat adanya pemotongan ini.

“Makin sedikit anggaran maka akan makin cepat habis” ujarnya.

Baca Juga:  Kembali Mengalami Penaikkan, Harga Emas Antam Jadi Rp1. 142. 000 Per Gram

Pemotongan ini sendiri mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat, hal ini dikarenakan anggaran pendidikan tidak pernah menyentuh angka 20%, untuk dapat mencapai mandat konstitusi yang mana minimal 20% dari dana APBN atau, kerap dikenal dengan nama Mandatory Spending.

Alokasi APBN 2025 untuk kepentingan dunia pendidikan sendiri, menyentuh angka Rp 651,61 triliun atau hanya sebesar 18% dari total dana APBN. Dana dunia pendidikan tahun ini sendiri mengalami penurunan dari dana untuk pendidikan tahun lalu yang berada di angka Rp 665 triliun.

Progam Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri dimasukkan oleh pihak pemerintah kedalam tubuh Dunia Pendidikan, sehingga menjadi salah satu postur dunia pendidikan sehingga pemotongan dana anggaran dapat dilakukan.

Baca Juga:  PKC PMII Kaltim Desak Pertanggungjawaban Perusahaan Atas Insiden Truk Hauling Di Bengalon

Dengan dipotongnya anggaran pendidikan tahun ini, mengundang banyak kritikan hal ini dikarenakan dengan anggaran tahun lalu yang lebih besar dari anggaran tahun ini saja, permasalahan pendidikan di Indonesia belum dapat terselesaikan. Mulai dari fasilitas yang tidak merata, kesejahteraan para tenaga pendidik, hingga terdapat kekurangan dana.

Dengan banyaknya potongan yang terjadi, Abdul Mu’ti memastikan hal ini tidak akan menganggu jalannya program – program yang telah direncanakan.

“Untuk program – program strategis yang berhubungan dengan dana bantuan operasional sekolah atau dana bos, kemudian dana Program Indonesia Pintar atau dana PIP, serta tunjangan sertifikasi guru semuanya akan tetapi sesuai dengan apa yang sudah kami rencanakan” tutupnya.

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan
Tak Ada Ruang Salah, Borneo FC Fokus Amankan Tiga Poin
Istikmal 30 Hari, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026
Harga Pertamax Naik Lagi, BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mulai Maret 2026
Polemik Transparansi Hingga Asumsi Publik, Ketua Pelita kaltim Dorong Transparansi, Dirham : 1,38 T Harus jelas
Ditjen Imigrasi Dorong Inovasi, Fokus Optimalisasi Layanan dan Penegakan Hukum
HUT Ke – 53 PDI Perjuangan, DPC Samarinda Pilih Panti Lansia Untuk Menyapa Akar Kerakyatan
‎Pelatihan Wasit Atletik Disabilitas, Hetifah Harapkan Kualitas Wasit NPCI Kaltim Terus Meningkat
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:03 WITA

Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan

Jumat, 24 April 2026 - 18:00 WITA

Tak Ada Ruang Salah, Borneo FC Fokus Amankan Tiga Poin

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WITA

Istikmal 30 Hari, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:21 WITA

Harga Pertamax Naik Lagi, BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mulai Maret 2026

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:41 WITA

Polemik Transparansi Hingga Asumsi Publik, Ketua Pelita kaltim Dorong Transparansi, Dirham : 1,38 T Harus jelas

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA