Lintasjejaring.com, Samarinda- Upaya meningkatkan kualitas perangkat pertandingan bagi atlet penyandang disabilitas terus dilakukan di Kalimantan Timur. Selama dua hari, 9–10 Desember 2025, sebanyak 50 peserta dari tiga daerah mengikuti pelatihan wasit atletik disabilitas yang dipusatkan di Hotel Grand Verona Samarinda. Rabu (10/12/2025).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Komisi X DPR RI melalui fasilitasi Hetifah Sjaifudian bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta NPCI Kota Samarinda. Program tersebut menekankan pentingnya standarisasi keperwasitan agar kompetisi atletik disabilitas dapat berlangsung profesional dan berkeadilan.
Peserta mendapatkan materi mengenai berbagai regulasi pertandingan, mulai dari nomor lapangan, nomor lintasan, hingga aturan khusus yang berlaku pada cabang atletik disabilitas. Tiga narasumber—Savitri, Derly Abu Bakar, dan Abdul Muthalib—mengisi materi secara komprehensif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Hetifah Sjaifudian menyampaikan bahwa kualitas wasit memegang peranan penting dalam pembinaan atlet. Ia menilai, pemahaman aturan yang tepat serta integritas perangkat pertandingan akan berpengaruh langsung pada prestasi.
Hetifah juga menegaskan bahwa dukungan terhadap olahraga disabilitas di Kaltim harus terus diperluas.
“Kami ingin semakin banyak pelatihan bagi NPCI di berbagai cabang agar atlet disabilitas Kaltim memiliki ruang berkembang yang lebih luas,” ujarnya.
Wakil Ketua 3 NPCI Kaltim, Tapif, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap peningkatan kapasitas seperti ini dapat berlanjut demi mutu penyelenggaraan kejuaraan di daerah. Pelatihan tersebut turut dihadiri perwakilan Kemenpora, Widarman dan Widyarso, serta jajaran NPCI Samarinda.
(Zul)









