Kemendikbudristek Jadikan Pramuka Bagian Dari Kurikulum Merdeka

- Redaksi

Senin, 1 April 2024 - 16:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anindito Aditomo, Kepala BSKAP-Kemendikbudristek RI

Foto: Anindito Aditomo, Kepala BSKAP-Kemendikbudristek RI

Lintasjejaring.com, Jakarta – Kementerian Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memastikan bahwa kegiatan Praja Muda Karana (Pramuka) akan tetap menjadi ekstrakurikuler yang wajib disediakan oleh setiap sekolah hingga jenjang pendidikan menengah sebagai salah satu bagian dari kurikulum Merdeka.

Anindito Aditomo selaku Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) menyampaikan bahwa setiap sekolah akan tetap wajib mengadakan pramuka sebagai salah satu ekstrakurikuler di sekolah.

“Setiap sekolah hingga jenjang pendidikan menengah tetap wajib menyediakan Pramuka sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler dalam Kurikulum Merdeka,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Peraturan Mendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 yang mengatur tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, serta Pendidikan Menegah mewajibkan sekolah untuk menyelenggarakan sekurang – kurangnya satu ekstrakurikuler termasuk pramuka itu sendiri.

Baca Juga:  Kukar Siapkan Permohonan Alokasi Gas untuk Dukung Nelayan dan Kawasan Industri Marangkayu

Hal ini sendiri sejalan dengan Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka juga mewajibkan pada setiap satuan pendidikan untuk memiliki sebuah gugus depan pada sekolahnya.

Anindito juga menjelaskan terkait pihaknya yang sejak awal tidak memiliki gagasan untuk meniadakan ekstrakurikuler Pramuka, bahkan dengan adanya Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 justru telah menguatkan peraturan perundangan dalam menempatkan peran penting sebuah kegiatan ekstrakurikuler dalam satuan pendidikan.

Baca Juga:  OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, Mensesneg : Reshuffle Belum Dibahas

Adapun dalam praktiknya, Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 hanya akan merevisi pada bagian pendidikan Kepramukaan dalam Model Blok yang mewajibkan perkemahan akan menjadi tidak wajib namun, jika satuan pendidikan ingin menggelar kegiatan perkemahan maka tidak akan ada larangan diberlakukan.

Keikusertaan para murid dalam kegiatan ekstrakurikuler juga merupakan tindakan sukarela yang telah diatur dalam UU 12/2010 yang menyatakan bahwa gerakan Pramuka bersifat Mandiri, Sukarela dan non – politis.

“Sejalan dengan hal itu Permendikbudristek 12/2024 mengatur bahwa keikutsertaan murid dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk Pramuka bersifat sukarela,” jelasnya.

Ekstrakulikuler Praja Muda Karana (Pramuka)

Pendidikan Kepramukaan sendiri dalam Sistem Pendidikan Nasional telah diperkaya dengan adanya pendidikan nilai – nilai gerakan Pramuka dalam pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai – nilai luhur bangsa, serta memiliki kecakapan dalam hidup.

Baca Juga:  Soroti Sekolah Rusak, DPRD Samarinda Tekankan Peran Kepala Sekolah Dalam Deteksi Dini

Hal inilah yang membuat anindito menekankan dengan tegas terkait pertimbangan – pertimbangan akan keberadaan Pramuka, karena setiap peserta akan memiliki keuntungan bagi diri mereka sehingga setiap peserta didik berhak untuk ikut serta dalam pendidikan Kepramukaan.

“Pada intinya setiap sekolah tetap wajib menawarkan Pramuka sebagai salah satu ekstrakurikuler. Ketentuan ini tidak berubah dari kurikulum sebelumnya,” tutupnya

Penulis : Sean

Editor : Niken

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’
Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK
Usai Di Telpon Prabowo, Nahkoda Menkeu Di Gantikan Suahasil Nazara
Teguh Santosa: BRICS New Delhi Uji Arah Baru Politik Luar Negeri Indonesia
Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’

Rabu, 23 September 2026 - 17:13 WITA

Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK

Berita Terbaru