Kepala Perpustakaan UIN Makassar Diduga Terlibat Sindikat Uang Palsu, Polisi Ungkap Jaringan Besar

- Redaksi

Jumat, 20 Desember 2024 - 11:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gedung Perpustakaan UIN Alauddin Makassar (Ist).

Foto: Gedung Perpustakaan UIN Alauddin Makassar (Ist).

Lintasjejaring.com, Makassar — Kasus sindikat uang palsu kembali mencuat di Sulawesi Selatan, kali ini melibatkan nama besar seorang akademisi. Dr. Andi Ibrahim, Kepala Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, diduga terlibat dalam praktik pembuatan uang palsu dengan membayar Rp3 juta kepada seorang pria berinisial AA (42).

AA, yang memiliki peran kunci dalam sindikat tersebut, ditangkap oleh Tim Reskrim Polres Wajo di Kelurahan Anabannua, Kecamatan Maniangpajo, Kabupaten Wajo. Ia diketahui bertugas membuat benang pengaman palsu, elemen vital dalam produksi uang palsu agar menyerupai uang asli.

Benang pengaman palsu yang dibuat AA ditanam di dalam kertas untuk menciptakan garis melintang menyerupai ciri khas uang asli. Dalam uang resmi, fitur ini dilengkapi teknologi canggih seperti hologram dan teks mikroskopis yang sulit dipalsukan. Polisi menduga sindikat ini memiliki akses ke alat-alat canggih yang mampu meniru ciri-ciri uang asli dengan sangat detail.

Kasat Reskrim Polres Wajo, Iptu Alvin Aji Kurniawan, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil koordinasi dengan Polres Gowa.

“AA menerima upah Rp3 juta dari Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar untuk membuat benang pengaman uang palsu. Peran AA dalam sindikat ini cukup signifikan,” jelas Alvin.

Kasus ini tidak berhenti pada penangkapan AA. Barang bukti berupa ponsel pelaku telah diserahkan ke Polres Gowa untuk penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga:  Harga Pertamax Naik Lagi, BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mulai Maret 2026

Polisi juga menduga adanya pemodal besar di balik operasi sindikat ini.

Dugaan tersebut diperkuat oleh temuan mesin pencetak uang canggih di salah satu ruangan Kampus UIN Alauddin Makassar.

Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, meminta polisi untuk menyelidiki lebih dalam siapa sosok utama di balik sindikat ini.

“Pengadaan mesin semacam ini membutuhkan modal besar. Ada pemodal kuat di belakangnya, ini yang harus diungkap,” ujar Rudianto.

Rudianto juga menyoroti kemungkinan adanya aktor intelektual yang menggerakkan sindikat ini. Ia menegaskan pentingnya transparansi dari pihak kepolisian dalam mengungkap kasus besar seperti ini.

“Bukan hanya pelaku lapangan yang ditangkap, tapi juga otak utama di balik sindikat ini. Ini masalah serius yang menyangkut kredibilitas hukum,” tambahnya.

Baca Juga:  82 Anggota Dewan Terjerat Judi Online Kini Masuk Pembahasan MKD

Hingga saat ini, Polres Gowa terus mendalami kasus ini dan telah menetapkan 15 tersangka dalam jaringan sindikat tersebut. Namun, publik masih menunggu terungkapnya dalang utama di balik kejahatan ini.

“Kasus besar seperti ini harus diungkap secara menyeluruh. Jangan sampai pelaku utama atau pemodal besar justru lolos,” tandas Rudianto.

Dengan temuan mesin pencetak uang dan bukti kuat lainnya, polisi diharapkan mampu membongkar jaringan uang palsu ini hingga ke akar-akarnya, sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.

(*)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kalah Judi Online, Karyawan di Samarinda Bawa Kabur Mobil Operasional
Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’
Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK
Usai Di Telpon Prabowo, Nahkoda Menkeu Di Gantikan Suahasil Nazara
Teguh Santosa: BRICS New Delhi Uji Arah Baru Politik Luar Negeri Indonesia
Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan
Tak Ada Ruang Salah, Borneo FC Fokus Amankan Tiga Poin
Istikmal 30 Hari, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:46 WITA

Kalah Judi Online, Karyawan di Samarinda Bawa Kabur Mobil Operasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’

Rabu, 23 September 2026 - 17:13 WITA

Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK

Senin, 14 September 2026 - 15:06 WITA

Usai Di Telpon Prabowo, Nahkoda Menkeu Di Gantikan Suahasil Nazara

Senin, 14 September 2026 - 13:49 WITA

Teguh Santosa: BRICS New Delhi Uji Arah Baru Politik Luar Negeri Indonesia

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda.

Advetorial

Dispar Kukar Beri Insentif Bagi Talent yang Tampil di Panggung SOE

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:55 WITA