Polresta Samarinda Gagalkan Distribusi Cap Tikus Skala Besar di Palaran, Amankan 10 Ton Miras ‎

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026 - 04:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Potret pengamanan 10 Ton Miras Cap Tikus di kawasan Palaran, Kota Samarinda oleh Polresta Samarinda.(Ist)

Foto: Potret pengamanan 10 Ton Miras Cap Tikus di kawasan Palaran, Kota Samarinda oleh Polresta Samarinda.(Ist)

Lintasjejaring.com, Samarinda – Upaya aparat menjaga ketertiban di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan melalui pengungkapan peredaran minuman keras ilegal di kawasan Palaran, Kota Samarinda oleh jajaran Kepolisian Resort Kota Samarinda (Polresta Samarinda) pada Selasa (24/2/2026) kemarin. Rabu (25/02/2026).

Dalam operasi gabungan tersebut, dua truk bermuatan hampir 10 ton minuman keras tradisional jenis cap tikus berhasil dihentikan sebelum diedarkan ke masyarakat.

‎Penggagalan distribusi ini, menegaskan bahwa jalur logistik antar daerah masih kerap dimanfaatkan sebagai celah masuk barang haram ke wilayah perkotaan. Aparat menilai, peredaran minuman beralkohol tanpa izin dalam jumlah besar berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban umum, terlebih di bulan Ramadan saat sensitivitas sosial masyarakat meningkat.

‎Kapolresta Samarinda Kombes Pol. Hendri Umar mengungkapkan, pengungkapan tersebut berawal dari kecurigaan petugas terhadap dua kendaraan angkutan barang yang melintas di kawasan Bentuas. Pemeriksaan kemudian dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan satuan kepolisian, unsur instansi pemerintah dan perangkat daerah, serta Satpol PP.

‎“Setelah dilakukan pengecekan, kami menemukan muatan berupa minuman keras tradisional yang tidak dilengkapi izin edar,” ujar Hendri.

‎Dari hasil pemeriksaan, truk pertama bernomor polisi AB 8102 mengangkut 113 karung cap tikus dengan berat sekitar 4,5 ton. Sementara truk kedua dengan nomor KT 8327 KL membawa 134 karung seberat lebih dari 5,3 ton. Total keseluruhan mencapai 247 karung atau sekitar 9,8 ton minuman keras.

Baca Juga:  DPRD Berau Dorong Pengawasan Ketat, Pada Aturan Tenaga Kerja Lokal Di Berau

‎Setiap karung diketahui berisi kurang lebih 40 kilogram cap tikus yang dikemas dalam plastik. Jika beredar di pasaran, nilai ekonominya ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

‎Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan 16 orang di lokasi kejadian. Seorang perempuan berinisial R, warga Balikpapan Timur, ditetapkan sebagai tersangka karena diduga kuat sebagai pemilik barang. Sementara dua sopir truk dan belasan orang lainnya masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

‎Hasil pendalaman sementara menunjukkan, minuman keras tersebut berasal dari Manado dan masuk ke Samarinda melalui jalur terminal peti kemas di Palaran. Polisi juga menduga pengiriman serupa telah dilakukan lebih dari satu kali sejak akhir 2025.

Baca Juga:  Adnan Faridhan Desak Pemkot Kajian Ulang Proyek Terowongan Samarinda

‎Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 6 Tahun 2013 tentang Larangan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol, dengan ancaman hukuman kurungan maksimal enam bulan atau denda hingga Rp50 juta.

‎Kapolresta menegaskan, pihaknya bersama pemerintah daerah akan terus meningkatkan pengawasan distribusi barang ilegal, khususnya minuman keras, demi menjaga kenyamanan dan ketenangan masyarakat selama Ramadan.

‎“Kami tidak ingin ada aktivitas peredaran miras ilegal yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tegasnya.

‎(Kinka) 

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan
DPRD Samarinda Minta Hotel Swasta Tetap Dapat Peluang di Tengah Prioritas Hotel BUMD
Teras Samarinda II Disiapkan untuk UMKM, DPRD Ingatkan Risiko Kemacetan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:28 WITA

TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan

Berita Terbaru