Infrastruktur CNG Harus Siap Sebelum Konversi LPG 3 Kg Diterapkan

- Redaksi

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, H. Joha Fajal. (Kinka/LJ)

Foto: Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, H. Joha Fajal. (Kinka/LJ)

Lintasjejaring.com, Samarinda – Kesiapan infrastruktur dinilai menjadi faktor penting sebelum rencana konversi LPG bersubsidi 3 kilogram ke Compressed Natural Gas (CNG) Merah Putih diterapkan secara luas. Kamis (02/07/2026)

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru menjalankan kebijakan transisi energi tanpa memastikan seluruh fasilitas pendukung tersedia dan mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, penggunaan CNG untuk kebutuhan rumah tangga tidak hanya berkaitan dengan perubahan jenis bahan bakar. Pemerintah juga harus menyiapkan jaringan distribusi, ketersediaan tabung, peralatan pendukung, hingga sistem pelayanan yang mampu menjangkau masyarakat secara merata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan sampai kebijakan ini diterapkan ketika sarana pendukungnya belum siap. Masyarakat harus mendapatkan kepastian bahwa kebutuhan energi mereka tetap terpenuhi,” ujar Joha.

Ia menilai kesiapan fasilitas perlu menjadi perhatian utama agar program konversi tidak menimbulkan persoalan baru. Terlebih, kebutuhan energi rumah tangga berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari dan menjadi bagian dari kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Lainnya:  DPRD Samarinda Dorong Bus BTS Beroperasi 2027, Armada Disesuaikan dengan Kondisi Jalan

Joha juga menyoroti kemungkinan munculnya beban tambahan apabila warga harus mengganti atau menyesuaikan peralatan rumah tangga untuk menggunakan CNG. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan skema yang mampu melindungi masyarakat dari pengeluaran tambahan selama proses peralihan berlangsung.

“Jangan sampai tujuan meningkatkan efisiensi justru membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya baru untuk menyesuaikan peralatan yang digunakan,” katanya.

Selain kesiapan infrastruktur, aspek keselamatan juga menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Penggunaan teknologi energi baru, menurut Joha, harus disertai standar keamanan yang jelas serta pengawasan yang memadai.

Ia meminta pemerintah memastikan masyarakat memperoleh informasi yang cukup mengenai cara penggunaan CNG dan langkah-langkah keselamatan yang harus dilakukan. Sosialisasi dinilai tidak boleh hanya dilakukan menjelang pelaksanaan program, tetapi perlu disiapkan secara bertahap dan menjangkau seluruh kelompok masyarakat.

“Edukasi harus diberikan secara menyeluruh. Masyarakat perlu memahami manfaat, tata cara penggunaan, serta prosedur keselamatan sebelum beralih ke CNG,” tegasnya.

Di sisi lain, Joha menilai persoalan distribusi LPG bersubsidi 3 kilogram yang masih kerap dikeluhkan masyarakat juga harus segera dibenahi. Pemerintah diminta tidak mengabaikan masalah ketersediaan dan kepastian pasokan LPG ketika mulai menyiapkan kebijakan energi alternatif.

Baca Lainnya:  Dexlite Rp25.700 per Liter, DLH PPU Pangkas Armada Truk Sampah demi Efisiensi

Menurutnya, pembenahan tata kelola distribusi LPG tetap diperlukan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh energi untuk kebutuhan rumah tangga selama masa transisi.

“Jangan sampai masyarakat dihadapkan pada kebijakan baru, sementara persoalan memperoleh LPG bersubsidi masih sering terjadi. Yang dibutuhkan warga saat ini adalah kepastian pasokan,” ucapnya.

Joha menegaskan DPRD Kota Samarinda mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Namun, pelaksanaan kebijakan harus didasarkan pada kajian yang matang serta mempertimbangkan kondisi masyarakat di setiap daerah.

Baca Lainnya:  Warga Sungai Kapih Desak Kejelasan BPN, Sertifikat Tanah Tak Kunjung Terbit Sejak 2023

Ia berharap proses konversi dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan infrastruktur dan kemampuan masyarakat untuk beradaptasi. Keberhasilan program, menurutnya, tidak hanya diukur dari pencapaian target pemerintah, tetapi juga dari tingkat penerimaan serta manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Transisi energi harus dilakukan secara realistis dan berpihak kepada masyarakat. Jangan sampai kebijakan yang bertujuan baik justru menimbulkan keresahan atau menambah beban warga,” pungkasnya.

Penulis : Kinka

Editor : Red/ ADV/ DPRD Samarind

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minim Penerangan Jalan Jadi Aspirasi Warga Anggana, Camat Rokip: Wliayah Handil Terusan Masuk Prioritas
Kepala DPU Kukar, Perbaikan Turap Taman Musik Masuk Penganggaran 2027
Venue MTQH ke-46 Dimatangkan, Pemkab Kukar Libatkan EO Berpengalaman
Abdul Rasid Desak PLN Percepat Pemulihan Listrik dan Pertamina Tambah Kuota BBM Kukar
Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kecil, Akbar Haka Desak PLN Buka Penyebab Gangguan
DPRD Kukar Gandeng Dua Kampus untuk Perkuat Kajian Kebijakan Daerah
Rendi Dorong Pendapatan Pantai Tanah Merah Kembali Untuk Pengembangan Fasilitas
Kesbangpol Kukar Siapkan Komandan Upacara Hari Pahlawan, Paskibraka Terlibat Pengibaran Bendera

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:37 WITA

Minim Penerangan Jalan Jadi Aspirasi Warga Anggana, Camat Rokip: Wliayah Handil Terusan Masuk Prioritas

Selasa, 3 November 2026 - 20:12 WITA

Kepala DPU Kukar, Perbaikan Turap Taman Musik Masuk Penganggaran 2027

Selasa, 3 November 2026 - 20:02 WITA

Venue MTQH ke-46 Dimatangkan, Pemkab Kukar Libatkan EO Berpengalaman

Senin, 2 November 2026 - 21:20 WITA

Abdul Rasid Desak PLN Percepat Pemulihan Listrik dan Pertamina Tambah Kuota BBM Kukar

Senin, 2 November 2026 - 20:37 WITA

Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kecil, Akbar Haka Desak PLN Buka Penyebab Gangguan

Berita Terbaru