Lintasjejaring.com, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mengalokasikan anggaran pembangunan untuk mendukung pengembangan Pantai Tanah Merah di Kecamatan Samboja. Senin (02/11/2026).
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin berharap, potensi pendapatan dari destinasi tersebut dapat dikelola secara maksimal dan kembali digunakan untuk meningkatkan kawasan wisata.
Menurut Rendi, pemerintah daerah telah menghabiskan sekitar Rp8 miliar dari APBD Kukar untuk pembangunan dan peningkatan fasilitas menuju Pantai Tanah Merah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menghabiskan Rp8 miliar dari dana APBD Kukar,” ujar Rendi Solihin.
Ia mengatakan, dukungan pembangunan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas kawasan wisata, termasuk akses jalan menuju lokasi yang sebelumnya memiliki kondisi kurang baik.
“Dulu kan tahu sendiri jalan itu gelombangnya parah,” katanya.
Kini, kondisi akses menuju kawasan Pantai Tanah Merah telah mendapatkan perhatian pemerintah. Pembangunan tersebut diharapkan dapat menunjang kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang datang.
“Kami sibuk membangun fasilitasnya, jalanannya sudah mulus ke dalam,” ungkap Rendi.
Menurutnya, peningkatan fasilitas seharusnya berjalan seiring dengan optimalisasi pendapatan yang dihasilkan kawasan wisata. PAD yang masuk dapat kembali digunakan untuk melanjutkan pembangunan dan memperbaiki berbagai sarana pendukung.
“Coba aja kita tahu setiap tahun itu lebih dari Rp1 miliar kembali ke Kukarnya. Pasti mau bangun yang lain lagi kan,” ujarnya.
Rendi menilai sistem tersebut dapat menciptakan siklus pembangunan yang positif. Semakin baik pengelolaan dan pendapatan yang dihasilkan, semakin besar pula peluang pemerintah untuk kembali meningkatkan kualitas fasilitas wisata.
“Karena hasilnya juga ada gitu,” katanya.
Ia menegaskan, aset wisata milik pemerintah daerah harus memberikan manfaat bagi pembangunan dan tidak boleh hanya dinikmati oleh pihak tertentu tanpa adanya peningkatan fasilitas yang sebanding.
“Dan saya enggak mau tempat kecil saya dinikmati oleh sekelompok oknum tanpa dibangun,” tegas Rendi.
(Adv/Diskominfo Kukar)










