Lintasjejaring.com, Kutai Kartanegara – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), UINSI Samarinda, menggelar seminar edukatif, berteman “Adabku Cerminan Diriku : Membangun Relasi Sehat Di Usia Remaja” di MTs At – Tarbiyah Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan ini diikuti, puluhan siswa kelas VII hingga, IX dan bertujuan menanamkan kesadaran, akan pentingnya adab dalam pergaulan remaja.
Menjawab Tantangan Pergaulan Masa Kini
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala PSGA UINSI Samarinda menjelaskan, kegiatan ini merupakan respons, terhadap tantangan pergaulan remaja, yang semakin kompleks, terutama di era digital dan arus pergaulan bebas, yang kerap mengabaikan batas kesopanan.
Materi yang disampaikan dalam seminar meliputi:
- Pentingnya adab sebagai dasar pembentukan jati diri.
- Kesadaran membangun relasi sehat antar teman sebaya.
- Cara menetapkan batas diri (personal boundaries) dalam pergaulan.
- Menumbuhkan sikap hormat, bijak, dan bertanggung jawab.
Sesi Interaktif dan Reflektif
Acara dibuka dengan sambutan, dari perwakilan Madrasah dan tim PSGA, dilanjutkan penyampaian materi, oleh fasilitator. Penyajian dilakukan, secara santai dan interaktif, disertai permainan peran, studi kasus, dan diskusi kelompok.

Topik yang dibahas, antara lain perbedaan relasi sehat, dan relasi toksik, pentingnya komunikasi yang jujur, dan saling menghargai, serta menjaga batasan diri, dalam interaksi sosial.
Antusiasme Siswa
Suasana dikelas terlihat hidup, banyak siswa yang berbagi pengalaman, seperti sulit menolak ajakan, yang tidak nyaman atau bingung, dalam membedakan hubungan sehat, dan tidak sehat.
“Kadang kita merasa sungkan bilang ‘tidak’, padahal sebenarnya tidak nyaman. Dari kegiatan ini, saya jadi tahu kalau menjaga batas itu bukan berarti jahat,” ujar salah satu siswi kelas VIII.
Harapan Jangka Panjang
PSGA UINSI Samarinda berharap, nilai – nilai adab yang diperkenalkan, tidak berhenti di ruang seminar saja, akan tetapi dipraktikkan dalam kehidupan sehari – hari di sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Sebagai pusat kajian, yang fokus pada isu gender dan anak, PSGA berkomitmen untuk menghadirkan program edukatif berkelanjutan, untuk dapat mendampingi remaja dalam memahami diri, lingkungannya, serta perannya sebagai agen perubahan yang santun, beradab, dan penuh empati.
(Sean)









