Warga Sungai Kapih Desak Kejelasan BPN, Sertifikat Tanah Tak Kunjung Terbit Sejak 2023

- Redaksi

Senin, 27 Oktober 2025 - 18:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Aris Mulyanata, Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda

Foto : Aris Mulyanata, Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda

Lintasjejaring.com, Samarinda – Ratusan warga Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, mendesak kejelasan sertifikasi tanah mereka, yang tak kunjung terbit, sejak tahun 2023 melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Merespon persoalan ini Komisi I DPRD Kota Samarinda, memanggil pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Samarinda, bersama dengan jenjang pemerintahan Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, dan para perwakilan warga Kelurahan Sungai Kapih, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), pada Senin, (27/10/2025) di Gedung DPRD Kota Samarinda.

Aris Mulyanata, selaku anggota Komisi I DPRD Kota, menyampaikan bahwa peliknya permasalahan ini, berada pada kurangnya koordinasi dan komunikasi, dari pihak BPN sehingga, masyarakat Kelurahan Sungai Kapih, tidak mengetahui fakta yang terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masalahnya sederhana tapi fatal, warga sudah mendaftar sejak 2023 hingga 2024, namun masyarakat hingga sekarang, belum menerima sertifikat tanah mereka. Pihak masyarakat sendiri, tidak mengetahui apa yang menjadi kendala, terkait keterlambatan ini, sehingga kami ingin mencari tahu kendala nya dimana,” ujarnya.

BPN Kota Samarinda, dalam keterangannya menyebutkan bahwa, kuota PTSL untuk wilayah Kelurahan Sungai Kapih, telah lama habis dari tahun 2023. Namun, belum ada informasi yang sampai ke warga, sehingga warga terus mendaftarkan berkas mereka, yang saat ini sudah hampir mencapai seribu berkas.

“Pihak BPN mengatakan bahwa, kuota PTSL untuk Kelurahan Sungai Kapih, sudah lama habis tapi, masyarakat tidak mengetahui hal ini. Jadi mereka tetap mendaftarkan berkas mereka. Tentunya miskomunikasi ini sangat merugikan masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh BPN, ada 114 bidang tanah yang belum dapat mereka tindak lebih lanjut, karena status tanah tersebut masih tumpang tindih, hak atas tanah yang belum jelas, dan batas – batas tanah yang masih berantakan. Sementara, untuk sebagian sertifikat lainnya telah lama selesai, akan tetapi tidak pernah diambil oleh pemiliknya.

“Banyak warga yang bahkan tidak mengetahui, bahwa sertifikat nya itu sudah keluar. Ada juga para warga, yang diwakilkan sehingga tidak mengetahui bahwa sertifikat tanahnya sudah lama keluar,” lanjutnya.

Persoalan ini, menjadi tanda lemahnya sistem administrasi, dan pengarsipan pada tingkat kelurahan dan kecamatan, menurutnya laporan soal sengketa tanah, bukan lah hal yang baru di DPRD Kota Samarinda.

“Ini bukan kasus pertama, dan tentunya bukan yang terakhir, dan kalau sistemnya dibiarkan begini saja, kesalahan yang sama akan terus berulang kembali. Administrasi pertanahan itu hal yang vital, dan harus dibenahi dari akarnya,” terangnya.

Tak luput, ia juga menyoroti akan pentingnya program PTSL ini, sebagai upaya Pemerintah untuk memberikan kepastian hukum, atas kepemilikan tanah masyarakat. Program ini menggunakan data spasial dan foto satelit, untuk memperkuat validitas pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia.

“Kalau semua lahan sudah disertifikasi, Pemerintah akan punya data valid untuk penarikan pajak, dan bisa jadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kuat,” lanjutnya.

DPRD Kota Samarinda kini mendorong BPN, agar dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat Kelurahan Sungai Kapih, yang telah mendaftar, dengan harapan agar berkas masyarakat Kelurahan Sungai Kapi, dapat diprioritaskan dalam kuota PTSL tahun 2026, yang dalam perencanaan BPN akan menyediakan kuota PTSL sebanyak 2.500 bidang tanah, untuk seluruh wilayah di Kota Samarinda.

“Tentunya kami akan mengawal terus, agar di tahun 2026 nanti, masyarakat Kelurahan Sungai Kapih bisa dijadikan prioritas, dalam penerbitan sertifikat tanah mereka,” pungkasnya.

 

Baca Juga:  Elita Herlina : Bupati Terpilih Harus Tuntaskan Janji Kampanye
Baca Juga:  Penataan PJU Dalam Kota Bermasalah, DPRD Berau Dorong Evaluasi Agar Lebih Maksimal

(Sean)

Baca Juga:  Borneo FC Menuju Asia, Renovasi Stadion Segiri Jadi Prioritas Bersama

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan
DPRD Samarinda Minta Hotel Swasta Tetap Dapat Peluang di Tengah Prioritas Hotel BUMD
Teras Samarinda II Disiapkan untuk UMKM, DPRD Ingatkan Risiko Kemacetan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:28 WITA

TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan

Berita Terbaru