Lintasjejaring.com, Samarinda – Komisi II DPRD Kota Samarinda mendorong Perusahaan Daerah (Perusda) Varia Niaga untuk memperkuat dan memperluas pengembangan bisnis di sektor maritim. Senin (13/02026).
Dorongan tersebut muncul setelah sektor jasa kepanduan dan penyandaran kapal di perairan Sungai Mahakam tercatat sebagai salah satu lini usaha dengan kontribusi pendapatan terbesar bagi perusahaan daerah tersebut.
Potensi bisnis di sektor perairan dinilai masih terbuka luas dan dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Pengembangan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kontribusi Perusda terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa menambah beban pungutan bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengatakan sektor jasa kepanduan kapal menjadi lini bisnis yang paling menonjol berdasarkan hasil pembahasan dan penelaahan laporan keuangan Varia Niaga.
Menurutnya, pendapatan dari sektor perairan mampu melampaui sejumlah unit usaha lain yang selama ini dikelola oleh Perusda Varia Niaga.
“Kalau saya melihat di Varia Niaga, sektor bisnis yang menyumbang pendapatan tertinggi berdasarkan laporan rugi laba yang dipaparkan tadi adalah jasa asis atau kepanduan kapal,” ujar Iswandi.
Ia menyebut, kinerja sektor tersebut lebih tinggi dibandingkan beberapa lini bisnis lain, seperti pengelolaan parkir, rumah kos syariah, pergudangan, hingga usaha peternakan ayam petelur.
“Sektor ini mengungguli lini bisnis kelolaan mereka yang lain seperti pengelolaan parkir, kos syariah, pergudangan, hingga peternakan ayam petelur. Maka saya melihat bahwa sebetulnya potensi terbesar kita itu ada di sektor maritim ini,” tegasnya.
Iswandi menilai tingginya kontribusi sektor perairan tidak terlepas dari pengalaman dan latar belakang jajaran manajemen Varia Niaga. Sejumlah figur dalam struktur perusahaan diketahui memiliki pengalaman di bidang kepelabuhanan dan logistik, termasuk berasal dari lingkungan PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membaca peluang bisnis, memahami aktivitas pelayaran, serta mengelola potensi jasa kepanduan dan penyandaran kapal di sepanjang Sungai Mahakam.
Sungai Mahakam sendiri memiliki peran strategis sebagai jalur transportasi dan distribusi berbagai komoditas. Aktivitas kapal yang melintasi perairan tersebut dinilai membuka peluang ekonomi yang besar bagi daerah apabila dikelola secara profesional dan terintegrasi.
Meski telah menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar, Komisi II DPRD Samarinda menilai potensi bisnis maritim Varia Niaga belum dimanfaatkan secara maksimal.
Menurut Iswandi, pengembangan usaha di sektor perairan masih membutuhkan perencanaan yang lebih terarah serta dukungan koordinasi dengan perangkat daerah terkait.
Ia menilai pengelolaan potensi maritim tidak dapat dilakukan oleh Perusda secara terpisah. Diperlukan kolaborasi antara manajemen Varia Niaga dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis agar pengembangan bisnis dapat berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah daerah.
“Potensi maritim kita ini besar, cuma memang belum termaksimalkan seutuhnya. Maka dari itu, tadi saya meminta pihak manajemen untuk segera membuatkan blueprint bisnis Varia Niaga yang lebih tajam, khusus di sektor perairan ini,” katanya.
Komisi II DPRD Kota Samarinda pun meminta Varia Niaga segera menyusun peta jalan atau *blueprint* bisnis yang memuat arah pengembangan usaha maritim secara lebih terukur.
Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan peluang bisnis, target pengembangan, kebutuhan investasi, serta strategi peningkatan pendapatan perusahaan.
Selain itu, DPRD berencana mempertemukan manajemen Varia Niaga dengan sejumlah OPD terkait di lingkungan Pemkot Samarinda. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan memastikan setiap pihak dapat mendukung pengembangan sektor perairan sesuai tugas dan kewenangannya.
“Kita akan dudukkan mereka satu meja dengan OPD-OPD terkait di Pemkot agar gerakannya terintegrasi dan saling mendukung sesuai kapasitas masing-masing,” ujar Iswandi.
Ia menegaskan, penguatan bisnis maritim tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.
Menurutnya, peningkatan pendapatan melalui pengembangan potensi usaha milik daerah merupakan salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk memperkuat kapasitas fiskal Kota Samarinda tanpa menambah beban ekonomi masyarakat.
“Tujuan akhirnya jelas, kita ingin ada lompatan PAD yang besar dan signifikan bagi Kota Samarinda tanpa harus membebani pungutan kepada masyarakat kecil,” pungkasnya.
Penulis : Kinka
Editor : Red/ ADV/ DPRD Samarinda










