FKUB Samarinda Kenalkan Keberagaman Agama kepada Puluhan Siswa SD Fastabiqul Khairat Lewat Lield Trip Lintas Agama

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 18:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: FKUB Kota Samarinda bersama siswa SD Fastabaqul Khairaat saat melakukan field Trip lintas agama. (Dok. FKUBSamarinda)

Foto: FKUB Kota Samarinda bersama siswa SD Fastabaqul Khairaat saat melakukan field Trip lintas agama. (Dok. FKUBSamarinda)

Lintasjejaring.com, Samarinda – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Samarinda mengajak puluhan siswa SD Fastabiqul Khairat mengenal keberagaman agama secara langsung. Kegiatan tersebut berlangsung di Religi Center, Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang. Rabu (16/09/2026).

FKUB Samarinda mengemas kegiatan itu sebagai pembelajaran luar kelas. Para siswa mendapat kesempatan melihat berbagai miniatur rumah ibadah sekaligus berdialog dengan sejumlah tokoh agama.

Kegiatan berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WITA. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang FKUB Samarinda siapkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

FKUB Samarinda Ajak Siswa Mengenal Perbedaan

Ketua FKUB Samarinda, Syaparudin, mengatakan pihaknya ingin mengenalkan keberagaman kepada anak-anak melalui pengalaman langsung. Menurutnya, siswa akan lebih mudah memahami toleransi ketika mereka dapat melihat dan berdialog secara langsung.

“FKUB mengajak semua siswa untuk belajar memahami Samarinda yang warganya beragam agama dan sukunya,” kata Syaparudin.

Dalam kegiatan tersebut, siswa melihat miniatur berbagai rumah ibadah. Mereka kemudian mendapat penjelasan mengenai keberagaman agama dan kehidupan sosial masyarakat Samarinda.

Baca Juga:  Relokasi Pasar Subuh Disorot, DPRD Minta Pemkot Beri Dukungan Ke Pedagang

FKUB juga membuka sesi dialog bersama perwakilan sejumlah agama. Para siswa memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajukan berbagai pertanyaan.

Mereka menanyakan nama rumah ibadah, kitab suci, nabi, hingga salam yang digunakan dalam masing-masing agama. Tokoh agama menjawab pertanyaan tersebut secara langsung dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.

Tanamkan Toleransi Sejak Usia Sekolah

Syaparudin menilai pendidikan toleransi perlu dimulai sejak usia sekolah. Anak-anak perlu memahami bahwa perbedaan agama dan latar belakang tidak menghalangi seseorang untuk berteman maupun bekerja sama.

“Kita ingin sejak dini mereka memahami bahwa perbedaan agama bukan alasan untuk saling menjauh,” ujarnya.

Menurut Syaparudin, pertemuan langsung dengan tokoh agama juga dapat membuka ruang komunikasi bagi siswa. Mereka dapat mengenal agama lain melalui dialog, bukan hanya melalui materi pembelajaran di sekolah.

“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak bisa menghargai dan menghormati orang lain meskipun berbeda keyakinan,” katanya.

Ia berharap siswa dapat membawa pengalaman tersebut ke lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan begitu, pemahaman tentang kerukunan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.

Baca Juga:  Bambang Dorong Peningkatan Sektor Pariwisata di Kecamatan Kongbeng

Libatkan Perwakilan Berbagai Agama

FKUB Samarinda melibatkan sejumlah perwakilan agama dalam kegiatan tersebut. Dari unsur Islam hadir Syaparudin dan Masumi.

Unsur Kristen hadir melalui Tejo Sutarnoto serta Pdt. Dr. Marson Apui. Sementara itu, Romo Hibau mewakili unsur Katolik.

Baca Juga:  Deni Hakim Anwar, Gelar Reses Di Kelurahan Selili : Tinggal Di Atas Gunung Tentunya Harus Waspada Longsor

Perwakilan Hindu, Buddha, dan Khonghucu juga ikut dalam kegiatan. I Made Waharika hadir dari unsur Hindu, Kuswanto dari Buddha, dan William dari Khonghucu.

Kehadiran para tokoh agama memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkomunikasi secara langsung dengan pemeluk agama yang berbeda.

Syaparudin berharap FKUB Samarinda dapat terus memperluas kegiatan edukasi keberagaman bagi generasi muda.

“Mereka boleh berbeda dalam agama, tetapi tetap bisa berteman, belajar bersama dan saling membantu,” tutur Syaparudin.

Ia menambahkan bahwa kerukunan dapat tumbuh jika masyarakat membiasakan diri menghormati perbedaan sejak dini.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini menjadi pengalaman bagi anak-anak untuk melihat bahwa kerukunan itu nyata dan bisa dibangun sejak usia sekolah,” pungkasnya.

Penulis : Sull

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BNN Samarinda Gandeng Pramuka, Saka Anti Narkotika Disiapkan untuk Sasar Pelajar
Rancangan APBD Samarinda 2027 Capai Rp3,46 Triliun, Pemkot Prioritaskan Pelayanan dan Ekonomi
Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker
Kabut Asap Karhutla Memperburuk Kualitas Udara, Disdikbud Samarinda Terapkan PJJ Selama Tiga Hari
Samarinda Berkabut Asap, ISPU Capai 210 Tanda Kualitas Udara Buruk
Angkut Perkakas Tukang, Pria Asal Samarinda Di Ringkus Polisi
Sukses Gelar Persami, SMP Negeri 3 Samarinda Tempa Karakter Kepemimpinan Siswa
Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:20 WITA

BNN Samarinda Gandeng Pramuka, Saka Anti Narkotika Disiapkan untuk Sasar Pelajar

Selasa, 22 September 2026 - 17:53 WITA

Rancangan APBD Samarinda 2027 Capai Rp3,46 Triliun, Pemkot Prioritaskan Pelayanan dan Ekonomi

Kamis, 17 September 2026 - 13:37 WITA

Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker

Kamis, 17 September 2026 - 10:04 WITA

Kabut Asap Karhutla Memperburuk Kualitas Udara, Disdikbud Samarinda Terapkan PJJ Selama Tiga Hari

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WITA

Samarinda Berkabut Asap, ISPU Capai 210 Tanda Kualitas Udara Buruk

Berita Terbaru