Lintasjejaring.com, Tanjung Palas Tengah – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Bulungan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan khitanan massal, yang digelar di Desa Salimbatu, Kec. Tanjung Palas Tengah, Kab. Bulungan pada Minggu (14/6/2026) kemarin. Sebanyak 50 santri mengikuti kegiatan sosial tersebut yang melibatkan peserta dari wilayah Kecamatan Tanjung Palas Tengah dan Tanjung Palas Barat. Senin (15/06/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian BKPRMI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu keluarga yang membutuhkan layanan khitan secara gratis. Selain memberikan manfaat dari sisi kesehatan, khitanan massal juga menjadi upaya mendukung pelaksanaan syariat Islam bagi anak-anak yang telah memasuki usia untuk dikhitan.
Sejak pagi hari, para peserta bersama orang tua mereka telah memadati lokasi kegiatan. Suasana penuh semangat terlihat dari antusiasme para santri yang datang dari berbagai desa di dua kecamatan, yakni Tanjung Palas Tengah dan Tanjung Palas Barat. Sejumlah tenaga kesehatan dan panitia, turut bersiaga untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua BKPRMI Kabupaten Bulungan, Muhammad Ali Mustofa, mengatakan bahwa kegiatan khitanan massal merupakan program sosial yang rutin diupayakan BKPRMI Bulungan sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.
Menurutnya, meskipun jumlah peserta yang dapat difasilitasi tahun ini masih terbatas, BKPRMI berusaha memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Kuota kita tidak banyak, tapi insyaallah cukup untuk membantu,” ujar Muhammad Ali Mustofa.

Ia menjelaskan, keterbatasan kuota tidak mengurangi semangat BKPRMI dalam melaksanakan kegiatan sosial. Organisasi tersebut lebih memilih memprioritaskan daerah dan keluarga yang membutuhkan dibanding mengejar jumlah peserta yang besar.
Fokus utama BKPRMI, kata dia, adalah memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, proses pendataan dan koordinasi dengan pihak kecamatan dilakukan untuk memastikan peserta yang mengikuti kegiatan benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan bantuan.
“Kami ingin program ini tepat sasaran. Meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak, yang terpenting manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Alhamdulillah berjalan lancar, ” katanya.
Dirinya menambahkan, pelaksanaan khitanan massal juga menjadi sarana mempererat sinergi antara organisasi keagamaan, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar program-program sosial dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kita juga merajut tali silaturrahmi, membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Ya salah satunya dengan pelaksanaan-pelaksanaan kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” sambungnya.
Menurutnya, BKPRMI tidak hanya berfokus pada pembinaan pemuda dan remaja masjid, tetapi juga berupaya hadir dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan yang memberikan dampak langsung kepada warga.
Partisipasi Kecamatan Tanjung Palas Tengah dan Tanjung Palas Barat dalam kegiatan ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap program sosial berbasis pelayanan kesehatan.

Perlu diketahui, sehari sebelumnya, khitanan massal juga dilaksanakan di Tanjung Palas Barat pada Sabtu (13/06/2026). Sebanyak 25 peserta turut meramaikan khitanan massal tersebut. Lalu pada hari Minggu (14/06/2026), khitanan massla dilakukan di Kec. Tanjung Palas Tengah sebanyak 25 anak.
Melalui dukungan berbagai pihak, BKPRMI berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan jangkauan peserta yang lebih luas.
“Kita berharap tidak hanya dari BKPRMI saja, tapi dari organisasi lainnya turut memperbanyak kegiatan-kegiatan kemasyarakatan,” harapnya.
Melalui khitanan massal ini, BKPRMI Bulungan kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan sosial, serta memperkuat nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Bulungan.
Penulis : Sull
Editor : Redaksi









