Lintasjejaring.com, Bulungan – Warga sambut antusian kegiatan khitanan Massal Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Bulungan. Pinta kegiatan terus bergulir, dinilai meringankan beban warga dan sangat bermanfaat. Senin(22/06/2026).
Program yang telah menjadi agenda tahunan BKPRMI ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Tingginya minat peserta bahkan membuat kuota yang semula ditetapkan harus ditambah untuk mengakomodasi kebutuhan warga.
Sebelumnya, DPD BKPRMI Kab. Bulungan melaksanakan kegiatan Khitanan massal di dua kecamatan. Pertama di Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung palas Barat pada Sabtu (13/06/2026) lalu dan di Desa Salimbatu pada Minggu (14/06/2026) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Bulungan, Muhammad Ali Mustofa, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pada saat pembukaan khitanan massal di Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas barat, turut dihadiri oleh Kepala Desa, pihak Puskesmas, serta unsur pemerintah kecamatan.
“Alhamdulillah kemarin waktu agenda khitanan massal yang pertama, kita melaksanakan kegiatan khitanan massal di Kecamatan Tanjung Palas Barat di Desa Long Beluah, itu dihadiri oleh Kepala Desa, Kepala Puskesmas, dan unsur kecamatan. Pun sama demikian pada saat pembukaan di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung palas Tengah” ujarnya.
Awalnya, BKPRMI menetapkan kuota sebanyak 25 anak untuk wilayah Kecamatan Tanjung Palas Barat. Namun, tingginya animo masyarakat membuat panitia menambah jumlah peserta menjadi 27 anak.
Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh anak-anak Muslim, tetapi juga mendapat partisipasi dari warga non-Muslim yang turut memanfaatkan layanan khitanan gratis tersebut.

Menurut Ali Mustofa, tingginya jumlah peserta menjadi bukti bahwa program ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan bantuan biaya khitan.
“Untuk Kecamatan Tanjung Palas Barat sebenarnya kuotanya 25 anak. Namun karena ada penambahan peserta, akhirnya kita berikan kuota menjadi 27 anak. Bahkan ada juga peserta non-Muslim yang mengikuti kegiatan ini,” katanya.
Ali menjelaskan bahwa khitanan massal merupakan salah satu program unggulan BKPRMI Kabupaten Bulungan yang dilaksanakan setiap tahun secara bergilir di berbagai kecamatan.
Pada tahun sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Kecamatan Bunyu. Sementara pada tahun 2026, pelaksanaan difokuskan di Kecamatan Tanjung Palas Barat dan Tanjung Palas Tengah.
“Khitanan massal ini memang salah satu program DPD BKPRMI Kabupaten Bulungan. Setiap tahun pelaksanaannya bergilir di kecamatan-kecamatan. Tahun lalu kita laksanakan di Bunyu, dan tahun ini di Tanjung Palas Barat serta Tanjung Palas Tengah,” jelasnya.
Untuk pelaksanaan di kecamatan Tanjung Palas Tengah, kuota yang disediakan sebanyak 23 anak. Ia berharap pada tahun-tahun mendatang program tersebut dapat menjangkau lebih banyak wilayah sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat di seluruh Kabupaten Bulungan.

Melihat besarnya kebutuhan masyarakat terhadap program sosial tersebut, BKPRMI berharap dukungan pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan, terutama dari sisi anggaran.
Ali Mustofa menilai tambahan dukungan anggaran akan memungkinkan BKPRMI memperluas cakupan layanan, baik untuk kegiatan khitanan massal maupun program kepemudaan dan keagamaan lainnya.
“Kami berharap pemerintah daerah Kabupaten Bulungan dapat memberikan perhatian lebih. Jika memungkinkan, anggaran BKPRMI dapat ditambah sehingga kegiatan khitanan massal dan program-program sosial lainnya bisa dilaksanakan lebih banyak lagi,” ungkapnya.
Manfaat program khitanan massal ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah seorang warga Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Pals Barat mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
Ia bahkan berharap, program khitanan massal dapat terus menjadi agenda rutin BKPRMI karena memberikan dampak besar bagi keluarga yang membutuhkan.
“Saya sangat senang sekali. Harapan saya ini bisa menjadi agenda rutin BKPRMI, minimal dua tahun sekali. Kegiatan ini sangat bermanfaat, apalagi bagi masyarakat yang membutuhkan karena sangat membantu,” tuturnya.
Warga tersebut mengungkapkan bahwa ketiga anaknya mengikuti program khitanan massal yang diselenggarakan BKPRMI.
“Ini anak saya yang terakhir ikut khitanan massal. Anak saya ada tiga dan semuanya ikut khitanan massal,” katanya.
Pelaksanaan khitanan massal di Desa Long Beluah dan Desa Salimbatu menunjukkan komitmen BKPRMI Kabupaten Bulungan dalam menghadirkan layanan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Tingginya antusiasme peserta dan dukungan dari pemerintah desa serta tenaga kesehatan menjadi sinyal bahwa program ini memiliki manfaat nyata dan layak untuk terus dikembangkan. Dengan dukungan berbagai pihak, khitanan massal BKPRMI diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak di berbagai kecamatan dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bulungan.
Penulis : Sull
Editor : Redaksi









