Komisi IV DPRD Kota Samarinda Gelar Rapat Bersama Dinkes Samarinda Terkait Penyakit Menular Dan Tidak Menular

- Redaksi

Selasa, 23 April 2024 - 11:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti.

Foto : Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti.

Lintasjejaring.com, Samarinda – Komisi IV DPRD Kota Samarinda mengadakan Hearing bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, dengan agenda pembahasan Hearing penyakit menular dan tidak menular.

Dr. H. Ismed Kusasih selaku Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda menyampaikan terkait penyakit tidak menular seperti, Diabetes dan Hipertensi dan penyakit yang menular yakni, TBC, Demam Berdarah dan HIV dan penyakit khusus seperti Pertusis atau Batuk Rejan yang sangat menular.

Ia juga menjelaskan bahwa, khusus untuk Demam berdasarkan capaian yang diraih untuk jangka waktu 5 tahun terakhir tidak pernah terjadi kejadian Luar Biasa (KLB). Tak lupa, ia juga menyampaikan terkait antisipasi yang telah dilakukan Dinkes yang telah melakukan tindakan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun, keempat tindakan ini juga dilakukan dengan kerjasama pada semua pihak dan untuk kuratif dan rehabilitatif berada dibawah kendali dinas kesehatan dan promotif dan preventif menjadi kerjasama dan tindakan untuk semua pihak.

Baca Juga:  Terus Bangun Kesadaran Demokrasi Masyarakat, Budianto Bulang Laksanakan PDD Di Kaubun

Beliau juga menjelaskan terkait fogging yang merupakan salah satu penanganan DBD. Meskipun penanganan fogging seeing dilakukan, Hal utama yang tetap harus di utamakan ialah Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi mobilitas (5M), tetap menjadi garda terdepan sebagai tindakan preventif. Dinas Kesehatan sendiri telah memiliki program pemeriksaan NS One yakni sebuah rapid test untuk memeriksa tanda – tanda penyakit DBD.

“Fogging bukan satu – satunya tindakan pengendalian demam berdarah, 5M tetaplah garda terdepan sebagai tindakan pengendalian. Di sisi kesehatan juga sekarang telah ada NS One, sebuah rapid test yang dapat dilakukan jika ada kecurigaan – kecurigaan kalau terjangkit demam berdarah, karena demam berdarah kan prinsipnya jangan sampai lambat diagnosa” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Dr. Ismail Kusasih

Program pemeriksaan NS One sendiri merupakan program yang gratis dan merupakan bantuan dari dinas kesehatan dan tersedia di puskesmas.

Baca Juga:  Duka Menyelimuti Kaltim, Hj. Meiliana Berpulang Tinggalkan Jejak Pengabdian

Dinkes juga mendapat mandatory untuk melakukan tindakan 12 Standar Penaganan Minimum (SPM) mandatory ini sendiri diberikan oleh Kementerian Kesehatan untuk setiap Dinas Kesehatan yang tersebar di indonesia.

Besar harapan beliau pada seluruh elemen masyarakat untuk bisa berkerjasama bahu membahu untuk mencegah dan menangani terkait penanganan dan pencegahan penyakit menular dan tidak menular.

Sri Puji Astuti selaku Komisi IV DPRD Kota Samarinda juga menyampaikan terkait, penyuluhan serta pengarahan untuk masyarakat samarinda dimulai dari para anak-anak sekolah untuk mencegah terjadinya peningkatan-peningkatan kasus penyakit menular.

Generasi muda juga ia himbau untuk menghindari penyakit HIV dan TBC. Ia menyampaikan terkait perilaku yang terjadi di dunia modern terkait mental para pelaku yang menyebabkan HIV sangat berkembang sehingga meningkatkan angka kasus hingga angka kematian.

Di samarinda sendiri telah terjadi 400 kasus HIV, besar harapan beliau agar dapat menekan dan menperkecil kasus HIV dan tidak memunculkan potensi HIV berkembang menjadi AIDS.

Baca Juga:  Pihak Swasta di Dorong Untuk Turut Andil Dalam Menggelar Event Olahraga

Adapun, pasien HIV juga menderita penyakit TBC yang menjadi sebuah kekhawatiran tambahan bagi pemerintah terhadap perkembangan penyakit menular dan tidak menular di samarinda.

“Dari 1000 pasien yang menderita HIV juga terkena TBC, inilah yang coba kami hindari sehingga tidak menambah angka kematian dan angka kesakitan yang berakibat pada pengurangan masa produktivitas penduduk” ucapnya

Ia juga menjelaskan bahwa jika angka kematian tinggi maka angka produktivitas masyarakat akan menurun, maka dari itu pihak pemerintah setempat siap melakukan edukasi kepada masyarakat.

Terkait kasus DBD ia menyampaikan bahwa kasus DBD telah mencapai angka 500 kasus walaupun masih dalam kendali, Sri Puji Astuti berusaha menekan agar kasus DBD tidak bertambah dan dapat menurun.

Menurut beliau, fogging sendiri bukanlah cara yang ampuh untuk penanggulangan DBD, 5M Plus tetaplah langkah terbaik untuk pencegahan.

Penulis : Sean

Editor : Niken

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kalah Judi Online, Karyawan di Samarinda Bawa Kabur Mobil Operasional
Kalapas Narkotika Samarinda Tekankan Profesionalisme, Disiplin, dan Integritas Petugas
Kabut Asap Samarinda Masih Bertahan, BMKG Prediksi Berawan hingga 8 Oktober
Pemkab Kukar dan Pemkot Samarinda Satukan Langkah Tangani Persoalan Aliran Air Loa Janan Ulu
Dinkes Kaltim Perkuat Penanganan HIV/AIDS, Pendampingan Sasar 24 Faskes di Empat Daerah
DLH Samarinda Ultimatum Pengusaha Tahu di Lempake, Sepekan Wajib Benahi Limbah
Kuota BBM Tak Seimbang dengan Jumlah Kendaraan, Deni Hakim Anwar Dorong Tambahan Alokasi
Komisi III DPRD Samarinda Minta Kepastian Progres SLF Terowongan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:40 WITA

Kalapas Narkotika Samarinda Tekankan Profesionalisme, Disiplin, dan Integritas Petugas

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WITA

Kabut Asap Samarinda Masih Bertahan, BMKG Prediksi Berawan hingga 8 Oktober

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:43 WITA

Pemkab Kukar dan Pemkot Samarinda Satukan Langkah Tangani Persoalan Aliran Air Loa Janan Ulu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:46 WITA

Dinkes Kaltim Perkuat Penanganan HIV/AIDS, Pendampingan Sasar 24 Faskes di Empat Daerah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:01 WITA

DLH Samarinda Ultimatum Pengusaha Tahu di Lempake, Sepekan Wajib Benahi Limbah

Berita Terbaru

Foto: Kepala DPMPTSP Kukar Alfian Noor.

Advetorial

MPP Kukar Dikembangkan, Layanan Publik Ditargetkan Bertambah

Senin, 5 Okt 2026 - 17:31 WITA

Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Mufiddah.

Advetorial

Kepala Dinkes Kukar Dorong Seluruh Puskesmas Siaga UGD 24 Jam

Senin, 5 Okt 2026 - 16:11 WITA