Lintasjejaring.com, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tengah bersiap membuka Seleksi Peserta Didik Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2025/2026. Namun, tantangan lama kembali muncul: minimnya pemahaman orang tua mengenai sistem zonasi dan jalur seleksi lainnya.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia berharap tahun ini para orang tua lebih aktif dan sigap dalam memahami prosedur pendaftaran, agar tidak mengulang kesalahan serupa di tahun-tahun sebelumnya.
“Setiap tahun keluhannya sama, padahal mekanisme sudah dijelaskan secara terbuka. Yang dibutuhkan sekarang adalah kemauan orang tua untuk benar-benar memahami dan mengikuti aturan,” ujar Novan, Senin (19/5/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Novan menjelaskan, meski istilah PPDB kini diganti menjadi SPMB, sistem seleksi tetap mengacu pada empat jalur utama: zonasi (50%), afirmasi (20%), prestasi akademik (20%), dan mutasi serta prestasi non-akademik masing-masing 5%.
Menurutnya, dominasi kuota zonasi merupakan langkah nyata pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses pendidikan, bukan hanya berpusat di sekolah-sekolah favorit.
“Sekolah unggulan itu penting, tapi pemerataan jauh lebih penting. Kalau semua memaksa ke satu titik, pasti akan menimbulkan ketimpangan,” tegasnya.
Saat ini, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring dan terintegrasi langsung dengan sistem pusat milik Kementerian Pendidikan. Orang tua dapat memantau perkembangan dan hasil seleksi secara real time, yang menjamin transparansi dan akuntabilitas.
“Tidak ada lagi ruang untuk manipulasi. Semuanya transparan dan bisa diakses publik. Sekarang tinggal bagaimana kesiapan orang tua untuk mengikuti sistem ini secara cerdas dan tertib,” tambah Novan.
Pendaftaran SPMB Samarinda 2025 dijadwalkan dimulai pada akhir Mei. Orang tua diimbau tidak menunggu hari terakhir untuk mengunggah data, guna menghindari kesalahan teknis dan keterlambatan.
Di penghujung pernyataannya, Novan berharap pelaksanaan seleksi tahun ini bisa lebih tertib, adil, dan inklusif.
“Ayo kita dukung bersama pendaftaran sekolah yang transparan, adil, dan berpihak pada akses pendidikan yang merata,” tandasnya.
(Gil/ADV DPRD Samarinda)









