Mengkaji Keadilan Program Pendidikan Gratis Di Kalimantan Timur Melalui Lensa Teori Penyebaran Inovasi

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025 - 12:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Muhammad Rivaldi, Mahasiswa UINSI Kota Samarinda.

Foto : Muhammad Rivaldi, Mahasiswa UINSI Kota Samarinda.

Oleh : Muhammad Rivaldi

Program pendidikan gratis yang diperkenalkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur adalah sebuah langkah penting untuk membuka peluang dan menyebarkan pendidikan secara lebih luas. Tujuannya adalah mempersiapkan generasi muda berprestasi untuk menyambut era baru dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui program ini, pelajar dan mahasiswa di Kalimantan Timur dibebaskan dari biaya pendidikan. Akan tetapi, meskipun niatnya sangat baik, pelaksanaan program pendidikan gratis ini masih menghadapi tantangan terkait pemerataan. Khususnya, informasi mengenai program ini belum sepenuhnya sampai dan dimanfaatkan oleh masyarakat di daerah terpencil dan perbatasan.

Baca Juga:  Merintis Jalan Sarjana Dakwah Yang Siap Berjuang Di LAZ DPU Kaltim Samarinda

Fenomena ini dapat dikaji melalui kerangka Teori Difusi Inovasi yang diperkenalkan oleh Everett M. Rogers. Teori tersebut menyatakan bahwa keberhasilan suatu inovasi sangat dipengaruhi oleh penyampaian informasi melalui serangkaian tahapan: pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Dalam kasus Gratispol, hambatan signifikan muncul pada tahap pengetahuan, yakni ketika sosialisasi kebijakan belum terinternalisasi secara komprehensif oleh seluruh segmen masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, penetrasi internet dan kompetensi literasi digital di Kalimantan Timur masih bervariasi, di mana area urban seperti Samarinda dan Balikpapan menunjukkan capaian yang lebih baik jika dibandingkan dengan kawasan pedalaman seperti Mahakam Ulu dan Kutai Barat.

Baca Juga:  PKL Sebagai Media Pembentukan Sarjana Yang Tangguh Dan Profesional : Pengalaman Mengajar Tahfidz Di Pondok Yayasan Salsabila Samarinda

Sebagai konsekuensi dari ketidakseimbangan ini, para penerima manfaat Gratispol cenderung berasal dari segmen masyarakat yang sudah memiliki akses memadai terhadap teknologi dan informasi. Situasi ini berisiko menciptakan sebuah paradoks kebijakan, di mana sebuah inisiatif yang dirancang untuk mempromosikan kesetaraan justru berpotensi memperbesar jurang pemisah. Komunitas yang berada di wilayah terpencil tidaklah lepas dari kebutuhan, namun mereka menghadapi kendala dalam mengakses aliran informasi terkait kebijakan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, pemerintah daerah harus mengadopsi pendekatan komunikasi kebijakan yang lebih inklusif. Sekolah, perguruan tinggi, aparat desa, dan tokoh masyarakat harus membantu sosialisasi dengan mengandalkan media digital. Untuk memastikan difusi inovasi yang merata, penyederhanaan prosedur administrasi dan pendampingan langsung di daerah tertinggal merupakan langkah penting. Program Gratispol dapat benar-benar menjadi alat untuk menciptakan kesetaraan pendidikan di Kalimantan Timur jika digunakan untuk komunikasi publik yang adil dan efektif.

Baca Juga:  Rumah Tanpa Kekerasan : Refleksi Mahasiswi PKL Dari Sosialisasi Psikolog Puspaga Di Perumahan Sempaja Residence

 

#Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang). Terbitan tidak berkaitan /mewakili pandangan Redaksi LINTASJEJARING.COM

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia
Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu
Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar
UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur
IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?
Dinamika Sosialisasi Beasiswa Gratispol 2026 Tahap 1
Pelaksanaan PKL Mahasiswa prodi Manajemen Dakwah (UINSI) Di DPRD Provinsi Kalimantan Timur
Univisual Studio : Ruang Inovasi Mahasiswa Bagi Agen Perubahan
Berita ini 26 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:37 WITA

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:19 WITA

Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:49 WITA

Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar

Kamis, 1 Januari 2026 - 08:12 WITA

UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur

Senin, 29 Desember 2025 - 08:30 WITA

IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA