Merintis Jalan Sarjana Dakwah Yang Siap Berjuang Di LAZ DPU Kaltim Samarinda

- Redaksi

Kamis, 27 November 2025 - 12:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Arimbi Cyntia Cibo, Mahasiswi PKL, Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Kota Samarinda.

Foto : Arimbi Cyntia Cibo, Mahasiswi PKL, Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Kota Samarinda.

Oleh : Arimbi Cyntia Cibo

Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu momen penting yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan teori yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik langsung. Bagi saya, menjalani PKL di Lembaga Amil Zakat (LAZ) DPU Kaltim Samarinda bukan hanya tentang memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga merupakan pintu gerbang untuk merintis karier sebagai sarjana dakwah yang siap berjuang di tengah masyarakat. Melalui pengalaman ini, saya belajar banyak tentang makna profesionalitas, integritas, dan pengabdian dalam konteks lembaga sosial yang bertanggung jawab mengelola dana umat.

Selama masa PKL, kegiatan yang saya jalani sangat beragam, mulai dari pengelolaan administrasi zakat, verifikasi data mustahik, hingga pendampingan dalam penyaluran bantuan sosial. Setiap tugas meskipun tampak sederhana, nyatanya memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya akurasi dan transparansi dalam pengelolaan zakat agar kepercayaan publik tetap terjaga. Saya menyadari bahwa lembaga zakat bukan hanya sekadar organisasi pengumpulan dana, melainkan institusi yang berdiri di atas pondasi amanah dan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, profesionalisme dalam bekerja harus diwujudkan tidak hanya dalam kualitas hasil, tetapi juga dalam sikap seperti ketepatan waktu, disiplin, dan kejujuran.

Baca Juga:  Menaruh Harapan Besar Di Setiap Sudut Kecil Rumah Singgah Kanker Anak Kota Balikpapan

Selain aspek teknis dan administratif, PKL juga membuka wawasan saya mengenai pentingnya kerja sama tim dan komunikasi yang efektif dalam menjalankan suatu program sosial. Lembaga zakat yang bergerak cepat dan dinamis menuntut setiap individu untuk cepat beradaptasi dan mampu berkontribusi secara positif dalam tim. Pengalaman berinteraksi dengan berbagai pihak mulai dari donatur, panitia, hingga komunitas penerima zakat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial yang mendalam. Hal ini sangat berhubungan dengan nilai-nilai dakwah, di mana tujuan utamanya adalah mendekatkan diri kepada umat melalui tindakan yang bermanfaat dan membangun.

PKL di LAZ DPU Kaltim juga menjadi media pembentukan mental yang sangat berharga. Pada awalnya, ketidakpastian dan ketegangan sering kali hadir ketika saya menghadapi tantangan baru atau bekerja di bawah tekanan waktu. Namun seiring berjalannya waktu, saya belajar untuk mengelola stres, membangun rasa percaya diri, dan meningkatkan kemampuan problem solving. Proses ini merupakan latihan penting dalam membentuk sarjana dakwah yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga tangguh mental dan siap menghadapi realitas sosial.

Selain dari sisi internal organisasi, pengalaman di lapangan juga meninggalkan kesan mendalam. Saya melihat langsung kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan, merasakan bagaimana rasa haru dan syukur sering kali menyertai penyaluran zakat. Situasi ini menjadi momen yang sangat menguatkan komitmen saya untuk terus belajar dan berkontribusi secara maksimal dalam bidang dakwah dan pemberdayaan masyarakat. PKL ini bukan sekadar penyelesaian tugas, melainkan sebuah perjalanan pendewasaan yang mengajarkan saya arti sesungguhnya dari pengabdian dan kebermanfaatan.

Baca Juga:  Membentuk Sarjana Tangguh Dan Profesional Melalui PKL : Refleksi Pengalaman Di Yayasan Salsabila

Secara keseluruhan, Praktik Kerja Lapangan di LAZ DPU Kaltim Samarinda merupakan pengalaman berharga yang membentuk saya menjadi sarjana dakwah yang tidak hanya siap secara teori dan teknis, tetapi juga siap secara mental dan moral untuk berjuang membawa perubahan positif bagi umat. Pengalaman ini menjadi fondasi yang kuat, menumbuhkan semangat juang yang akan terus saya bawa dalam perjalanan karier dakwah saya ke depan.

 

#Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang). Terbitan tidak berkaitan /mewakili pandangan Redaksi LINTASJEJARING.COM

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September Membuat Sejarah Kelam Baru? Masih Layakkah Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia?
Maulid Nabi: Adilkah Jika Hanya Mencintai Secara Spiritual?
81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia
Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu
Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar
UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur
IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?
Dinamika Sosialisasi Beasiswa Gratispol 2026 Tahap 1
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:45 WITA

September Membuat Sejarah Kelam Baru? Masih Layakkah Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia?

Selasa, 15 September 2026 - 16:32 WITA

Maulid Nabi: Adilkah Jika Hanya Mencintai Secara Spiritual?

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:37 WITA

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:19 WITA

Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:49 WITA

Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar

Berita Terbaru