IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?

- Redaksi

Senin, 29 Desember 2025 - 08:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Daffa Apriliadi, Mahasiswa Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Kota Samarinda.

Foto : Daffa Apriliadi, Mahasiswa Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Kota Samarinda.

Oleh : Daffa Apriliadi

Penetapan Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) menandai babak baru dalam arah pembangunan nasional. Wilayah yang sebelumnya tidak terlalu menonjol dalam pusat kekuasaan kini menjadi sorotan utama. Pembangunan infrastruktur, meningkatnya mobilitas penduduk, serta masuknya berbagai kepentingan baru secara perlahan membentuk wajah baru Kalimantan Timur. Namun, di tengah optimisme tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah seluruh lapisan masyarakat memiliki kesiapan yang sama untuk beradaptasi dengan perubahan ini?

Perubahan sosial menjadi dampak yang paling cepat dirasakan. Kehadiran pendatang dengan latar belakang pendidikan, keterampilan, dan budaya yang beragam menciptakan dinamika baru dalam kehidupan masyarakat. Bagi sebagian orang, kondisi ini membuka peluang ekonomi dan sosial. Namun, bagi masyarakat lokal yang belum memiliki akses memadai terhadap pendidikan dan pengembangan keterampilan, perubahan tersebut justru dapat menjadi tantangan tersendiri. Proses adaptasi yang tidak seimbang berpotensi menimbulkan kesenjangan sosial di kemudian hari.

Baca Juga:  Memperkenalkan Budaya : Membanggakan Goresan Ilustrator Lokal Samarinda

Di sisi lain, arus pembangunan yang masif belum selalu diiringi dengan komunikasi publik yang merata. Informasi mengenai arah pembangunan, peluang yang tersedia, serta dampak jangka panjang sering kali tidak sepenuhnya dipahami oleh masyarakat di tingkat akar rumput. Ketika komunikasi berlangsung secara terbatas dan kurang dialogis, masyarakat berisiko menjadi penerima dampak, bukan bagian aktif dari proses pembangunan itu sendiri.

Perubahan wajah Kalimantan Timur juga membawa implikasi kultural. Nilai-nilai lokal dan kearifan masyarakat setempat menghadapi tantangan di tengah laju modernisasi. Tanpa upaya pelestarian dan pengakuan terhadap identitas lokal, pembangunan dapat memunculkan rasa keterasingan sosial. Masyarakat lokal berpotensi merasa asing di wilayahnya sendiri apabila perubahan yang terjadi tidak mempertimbangkan aspek sosial dan budaya secara menyeluruh.

Baca Juga:  Menjemput Pengalaman, Membangun Ketelitian Dengan PKL Di DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Oleh karena itu, pembangunan IKN seharusnya tidak hanya dipahami sebagai proyek fisik dan ekonomi semata, tetapi juga sebagai proses sosial yang melibatkan manusia dan identitas lokal. Diperlukan pendekatan pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan komunikatif agar masyarakat lokal memiliki ruang untuk beradaptasi secara adil. Dengan demikian, wajah baru Kalimantan Timur dapat benar-benar mencerminkan kemajuan bersama, bukan hanya perubahan visual semata.

 

#Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang). Terbitan tidak berkaitan /mewakili pandangan Redaksi LINTASJEJARING.COM

 

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia
Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu
Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar
UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur
Dinamika Sosialisasi Beasiswa Gratispol 2026 Tahap 1
Pelaksanaan PKL Mahasiswa prodi Manajemen Dakwah (UINSI) Di DPRD Provinsi Kalimantan Timur
Univisual Studio : Ruang Inovasi Mahasiswa Bagi Agen Perubahan
Anak Muda Kalimantan Timur Dan Tantangan Literasi Digital
Berita ini 37 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:37 WITA

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:19 WITA

Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:49 WITA

Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar

Kamis, 1 Januari 2026 - 08:12 WITA

UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur

Senin, 29 Desember 2025 - 08:30 WITA

IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA