Oleh : Dwi Yulia Ayu Aristamika
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan anak muda Kalimantan Timur. Media sosial menjadi ruang utama untuk berkomunikasi, mengekspresikan diri, sekaligus membentuk opini. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan serius berupa rendahnya literasi digital.
Fenomena penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan informasi tanpa verifikasi menunjukkan bahwa kemampuan anak muda dalam menyaring pesan masih perlu diperkuat. Banyak informasi diterima dan dibagikan secara cepat tanpa proses pemaknaan yang kritis. Dalam perspektif komunikasi, hal ini menunjukkan lemahnya proses decoding pesan, di mana penerima pesan tidak sepenuhnya memahami konteks, tujuan, dan dampak dari informasi yang diterima.
Media digital sejatinya tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kesadaran sosial. Sayangnya, algoritma media sosial sering kali mendorong konsumsi konten sensasional dibandingkan konten edukatif. Akibatnya, anak muda lebih aktif sebagai konsumen informasi daripada komunikator yang bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tantangan literasi digital ini tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada individu. Peran keluarga, institusi pendidikan, media, dan pemerintah daerah sangat penting dalam membangun ekosistem komunikasi yang sehat. Edukasi literasi digital perlu diarahkan tidak hanya pada kemampuan teknis menggunakan media, tetapi juga pada etika komunikasi, kemampuan berpikir kritis, serta tanggung jawab sosial dalam menyampaikan pesan.
Anak muda Kalimantan Timur memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Dengan literasi digital yang baik, media sosial dapat menjadi ruang produktif untuk menyuarakan kepedulian lingkungan, budaya lokal, dan isu-isu daerah. Namun tanpa kesadaran komunikasi yang matang, media digital justru berpotensi memperlebar konflik dan kesalah pahaman.
Pada akhirnya, tantangan literasi digital adalah tantangan komunikasi. Masa depan ruang digital Kalimantan Timur sangat bergantung pada sejauh mana anak mudanya mampu berkomunikasi secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab di tengah arus informasi yang semakin deras.
#Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang). Terbitan tidak berkaitan /mewakili pandangan Redaksi LINTASJEJARING.COM









