Jalan Rusak, Kemacetan, Dan Komunikasi Publik Yang Tersendat Di Kalimantan Timur

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025 - 12:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Nur Suciyana, Mahasiswi Komunikasi Dan Penyiaran Islam, UINSI Kota Samarinda.

Foto : Nur Suciyana, Mahasiswi Komunikasi Dan Penyiaran Islam, UINSI Kota Samarinda.

Oleh : Nur Suciyana

Jalan rusak dan kemacetan sudah menjadi pemandangan yang cukup akrab bagi masyarakat Kalimantan Timur. Sebagai mahasiswa yang sehari-hari beraktivitas di daerah ini, kondisi tersebut sering saya alami, baik saat berangkat kuliah maupun dalam aktivitas lainnya. Jalan berlubang, debu dari kendaraan berat, serta macet panjang di jam-jam tertentu perlahan menjadi bagian dari keseharian yang tidak bisa dihindari.

Selama ini, persoalan jalan dan kemacetan sering dianggap sebagai masalah teknis semata. Padahal, jika dilihat dari sudut pandang komunikasi, kondisi tersebut juga dapat dibaca sebagai bentuk komunikasi nonverbal. Jalan yang rusak, perbaikan yang lambat, dan kemacetan yang terus berulang seolah “berbicara” kepada masyarakat tentang bagaimana kebijakan dijalankan dan sejauh mana perhatian diberikan terhadap kepentingan publik.

Baca Juga:  IKN Twin Cities, Terlihat Manis atau Miris?

Ketika jalan dibiarkan berlubang tanpa penjelasan yang jelas, masyarakat menerima pesan tanpa kata-kata bahwa keluhan mereka belum menjadi prioritas. Komunikasi nonverbal ini muncul melalui pengalaman sehari-hari warga, bukan lewat konferensi pers atau papan pengumuman. Akibatnya, masyarakat hanya bisa menebak-nebak, menunggu, dan akhirnya merasa lelah secara sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Minimnya informasi yang terbuka memperkuat kesan bahwa komunikasi publik masih berjalan satu arah. Informasi mengenai perbaikan jalan atau pengaturan lalu lintas sering kali disampaikan secara terbatas, tanpa membuka ruang dialog. Masyarakat diminta untuk bersabar, tetapi jarang diberikan kejelasan tentang penyebab, proses, dan batas waktu penyelesaian masalah.

Baca Juga:  Pemuda Sebagai Ombak Kemajuan Bangsa Atau Ombak Kemunduran Bangsa?

Kemacetan lalu lintas juga memperlihatkan lemahnya komunikasi dan koordinasi antarpihak. Kurangnya sinkronisasi antara pemerintah daerah, aparat lalu lintas, serta pihak-pihak yang terlibat dalam proyek dan aktivitas pertambangan membuat kebijakan berjalan sendiri-sendiri. Dalam situasi ini, dampaknya, masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan ketidaknyamanan dari kebijakan yang tidak terkoordinasi dengan baik.

Baca Juga:  Fasilitas Tak Memadai Hambat Mahasiswa, Tinjau Kondisi Di Fakultas Tarbiyah UINSI

Oleh karena itu, penyelesaian persoalan jalan rusak dan kemacetan di Kalimantan Timur tidak dapat hanya mengandalkan perbaikan fisik semata. Komunikasi publik yang lebih terbuka, jujur, dan melibatkan masyarakat juga dalam proses pengawasan sangat dibutuhkan. Pemerintah perlu menghadirkan informasi yang jelas, membuka ruang aspirasi warga, Bagi saya, perbaikan komunikasi menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi juga benar-benar dirasakan dan dipahami oleh masyarakat.

 

#Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang). Terbitan tidak berkaitan /mewakili pandangan Redaksi LINTASJEJARING.COM

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia
Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu
Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar
UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur
IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?
Dinamika Sosialisasi Beasiswa Gratispol 2026 Tahap 1
Pelaksanaan PKL Mahasiswa prodi Manajemen Dakwah (UINSI) Di DPRD Provinsi Kalimantan Timur
Univisual Studio : Ruang Inovasi Mahasiswa Bagi Agen Perubahan
Berita ini 41 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:37 WITA

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:19 WITA

Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:49 WITA

Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar

Kamis, 1 Januari 2026 - 08:12 WITA

UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur

Senin, 29 Desember 2025 - 08:30 WITA

IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA