Fasilitas Tak Memadai Hambat Mahasiswa, Tinjau Kondisi Di Fakultas Tarbiyah UINSI

- Redaksi

Selasa, 29 Oktober 2024 - 08:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Opini

Foto : Opini

Oleh : M. Reza Bahryani

Fasilitas yang kurang memadai di lingkungan pendidikan dapat secara signifikan menghambat proses pembelajaran. Contohnya, kipas angin yang rusak di ruang kelas membuat suasana belajar menjadi tidak nyaman dan mengganggu fokus siswa. Selain itu, kurangnya media pendukung seperti LCD yang kadang tersedia dan kadang tidak, juga menghambat efektivitas penyampaian materi oleh guru.

Ditambah lagi, banyaknya coretan di dinding kelas membuat siswa kehilangan fokus saat mengikuti penjelasan pembelajaran. Semua ini menunjukkan bahwa kondisi fasilitas yang tidak optimal dapat berdampak langsung pada kualitas pendidikan yang diterima siswa.

Fasilitas di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda benar-benar perlu diperhatikan. Misalnya, kipas angin yang sering kali rusak bikin suasana kelas gerah dan bikin mahasiswa sulit fokus. Nah, belum lagi soal LCD yang kadang ada, kadang nggak. Padahal, alat ini penting banget buat dosen supaya bisa menjelaskan materi dengan lebih efektif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditambah lagi, coretan di dinding kelas yang bikin suasana belajar jadi kurang kondusif. Semua ini menunjukkan bahwa perbaikan fasilitas kampus sangat dibutuhkan agar mahasiswa bisa belajar dengan nyaman dan maksimal.

Baca Juga:  Membentuk Sarjana Tangguh Dan Profesional Melalui PKL : Refleksi Pengalaman Di Yayasan Salsabila

Menurut Pengamatan saya kampus 2024, rasio dosen-mahasiswa di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda itu 1:13. Meskipun dosennya cukup, ternyata kualitas fasilitasnya masih kurang banget. Bayangin aja, kipas angin yang rusak, LCD yang sering ngadat, dan dinding kelas penuh coretan.

Padahal, fasilitas yang oke itu penting banget buat mendukung pembelajaran. Jadi, meskipun dosennya udah mumpuni, kalau fasilitasnya nggak mendukung, ya proses belajarnya jadi kurang maksimal juga. Intinya, butuh banget nih perbaikan fasilitas biar proses belajar mengajar bisa lebih optimal.

Oke, gue ngerti nih kalau fasilitas penting banget buat kenyamanan belajar. Tapi, di sisi lain, semangat dan motivasi mahasiswa juga nggak kalah penting. Banyak dosen di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda yang tetap bisa memberikan pengajaran yang berkualitas walaupun fasilitas kurang memadai. Misalnya, dosen bisa menggunakan metode pengajaran kreatif yang nggak tergantung banget sama teknologi, seperti diskusi kelompok atau studi kasus.

Baca Juga:  PROGRAM GRATISPOL MEMBEBANI KAMPUS

Selain itu, mahasiswa juga bisa inisiatif untuk memperbaiki lingkungan belajar mereka, seperti membersihkan coretan di dinding secara berkala. Jadi, meskipun fasilitas penting, ada banyak cara lain untuk tetap menjalani proses belajar dengan maksimal.

Oke, melihat data dari Universitas Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda tahun 2024, jelas banget kalau kita perlu perbaikan fasilitas di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Nah, solusinya bisa dimulai dari perbaikan fasilitas dasar dulu, seperti:

  1. Perbaikan Kipas Angin dan AC: Mengingat seringnya kipas angin yang rusak, kampus bisa memprioritaskan perbaikan dan pengecekan berkala untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik. Kalau memungkinkan, tambahkan AC di beberapa ruang kelas untuk meningkatkan kenyamanan belajar.
  2. Pengadaan Media Pendukung: LCD yang kadang ada, kadang nggak, perlu penanganan serius. Kampus bisa alokasikan dana untuk membeli lebih banyak LCD dan memastikan setiap ruang kelas punya akses ke media pendukung ini.
  3. Perawatan Ruang Kelas: Banyaknya coretan di dinding juga jadi perhatian. Kampus bisa mengadakan program rutin untuk membersihkan dan merawat ruang kelas, termasuk mengecat ulang dinding yang penuh coretan. Ajak mahasiswa untuk ikut berpartisipasi biar rasa memiliki juga meningkat.
  4. Penggalangan Dana dan Kerjasama: Untuk mewujudkan semua perbaikan ini, kampus bisa menggalang dana melalui kerjasama dengan alumni, perusahaan, dan pihak lain yang peduli dengan pendidikan. Bahkan, crowdfunding bisa jadi solusi untuk mengumpulkan dana dari masyarakat luas.
  5. Pelatihan dan Workshop: Mengadakan pelatihan rutin bagi dosen dan mahasiswa tentang cara memanfaatkan teknologi pendidikan dengan optimal. Ini akan meningkatkan efektivitas pembelajaran, meskipun fasilitas teknologinya terbatas.
Baca Juga:  Univisual Studio : Ruang Inovasi Mahasiswa Bagi Agen Perubahan

Dengan perbaikan fasilitas yang tepat dan upaya bersama, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendukung proses pendidikan di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

#Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang). Terbitan tidak berkaitan /mewakili pandangan Redaksi LINTASJEJARING.COM

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September Membuat Sejarah Kelam Baru? Masih Layakkah Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia?
Maulid Nabi: Adilkah Jika Hanya Mencintai Secara Spiritual?
81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia
Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu
Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar
UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur
IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?
Dinamika Sosialisasi Beasiswa Gratispol 2026 Tahap 1
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:45 WITA

September Membuat Sejarah Kelam Baru? Masih Layakkah Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia?

Selasa, 15 September 2026 - 16:32 WITA

Maulid Nabi: Adilkah Jika Hanya Mencintai Secara Spiritual?

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:37 WITA

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:19 WITA

Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:49 WITA

Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar

Berita Terbaru