PKL Sebagai Media Pembentukan Sarjana Yang Tangguh Dan Profesional : Pengalaman Mengajar Tahfidz Di Pondok Yayasan Salsabila Samarinda

- Redaksi

Jumat, 28 November 2025 - 11:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Azhar Fadhlurrahman 

Pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses pembentukan karakter dan keterampilan yang siap menghadapi tantangan dunia nyata. Dalam konteks ini, dua kegiatan pendidikan yang sering kali dianggap terpisah. tahfidz di lingkungan pesantren seperti Santri Salsabila dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di perguruan tinggi.sebenarnya saling melengkapi. Tahfidz membangun fondasi spiritual dan disiplin, sementara PKL mengasah ketangguhan profesional. Opini ini akan menguraikan bagaimana keduanya berkontribusi pada pembentukan individu yang tangguh, berdasarkan pengalaman pribadi dan observasi umum.

Tahfidz sebagai Pondasi Karakter : Pengalaman Mengajar Santri Salsabila

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahfidz, atau hafalan Al-Qur’an, bukanlah kegiatan mekanis semata. Di pondok yayasan Salsabila, pengalaman mengajar santri muda menunjukkan bahwa tahfidz adalah fondasi utama pembentukan karakter. Santri belajar tidak hanya menghafal ayat-ayat suci, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai seperti kesabaran, ketekunan, dan tanggung jawab. Sebagai pengajar, saya sering melihat bagaimana proses ini membentuk pribadi mereka: dari anak-anak yang awalnya mudah bosan, menjadi individu yang disiplin dan fokus.

Baca Juga:  Tambang, Debu, Dan Suara - Suara Yang Tak Didengar 

Disiplin dan Ketekunan: Setiap hari, santri harus mengulang hafalan berulang kali. Ini melatih mereka menghadapi kegagalan tanpa putus asa, keterampilan yang berguna di kehidupan sehari-hari.

Karakter Spiritual: Tahfidz mendorong refleksi diri, membuat santri lebih empati dan rendah hati. Pengalaman saya mengajar menunjukkan bahwa santri yang hafal Al-Qur’an cenderung lebih tahan terhadap tekanan sosial dan memiliki moral yang kuat.

Manfaat Jangka Panjang: Di era digital ini, di mana distraksi mudah didapat, tahfidz menjadi benteng mental. Santri Salsabila yang saya ajar sering berkembang menjadi pemimpin komunitas, karena mereka belajar mengelola waktu dan prioritas dengan baik.

Namun, tantangan ada: tidak semua santri memiliki motivasi awal yang sama. Pengajar perlu kreatif, seperti menggunakan metode interaktif atau cerita inspiratif, untuk menjaga semangat mereka. Secara keseluruhan, tahfidz di Santri Salsabila bukan hanya tentang hafalan, melainkan tentang membangun manusia yang utuh secara spiritual dan emosional.

PKL sebagai Media Pembentukan Sarjana yang Tangguh dan Profesional

Berpindah ke dunia akademik, Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah jembatan antara teori dan praktik. PKL bukan sekadar formalitas, melainkan media efektif untuk membentuk sarjana yang tangguh dan profesional. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa belajar menghadapi realitas kerja yang keras, seperti deadline ketat, kerja tim, dan etika profesional.

Baca Juga:  (Siapa) Yang Pantas Jadi Wahabi Lingkungan

Ketangguhan Mental: PKL mengajarkan resiliensi. Mahasiswa sering kali menghadapi kegagalan awal, seperti proyek yang gagal atau kritik dari atasan, yang membangun ketahanan psikologis.

Keterampilan Profesional: Di dunia kerja, soft skills seperti komunikasi dan problem-solving lebih penting daripada pengetahuan teknis. PKL memberikan kesempatan untuk mengasah ini, membuat sarjana siap bersaing di pasar kerja.

Pengalaman Nyata: Banyak mahasiswa yang awalnya ragu menjadi percaya diri setelah PKL. Misalnya, mahasiswa teknik yang terjun ke industri manufaktur belajar mengelola risiko dan inovasi, yang sulit didapat di kelas.

Sayangnya, PKL sering kali kurang optimal karena kurangnya supervisi atau kesesuaian tempat magang. Institusi pendidikan perlu meningkatkan kualitas PKL dengan kemitraan yang lebih kuat dengan industri. Dengan demikian, PKL dapat benar-benar membentuk sarjana yang tidak hanya cerdas, tetapi juga profesional dan tangguh.

Baca Juga:  Anak Muda Kalimantan Timur Dan Tantangan Literasi Digital

Kesimpulan : Integrasi untuk Pendidikan Holistik

Tahfidz dan PKL, meskipun berbeda konteks, sama-sama penting dalam membentuk karakter dan profesionalisme. Tahfidz memberikan dasar spiritual yang membuat individu tahan banting, sementara PKL mengasah keterampilan praktis untuk dunia kerja. Jika keduanya diintegrasikan misalnya, mahasiswa yang pernah mengikuti tahfidz di pesantren seperti Santri Salsabila kemudian menjalani PKL hasilnya akan lebih maksimal: generasi yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu menerapkannya dalam profesi.

Pendidikan harus holistik, menggabungkan aspek spiritual dan praktis. Mari dukung kegiatan seperti ini agar anak muda Indonesia tumbuh menjadi individu yang kuat, baik secara moral maupun profesional. Dengan demikian, kita berkontribusi pada masa depan bangsa yang lebih baik.

 

#Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang). Terbitan tidak berkaitan /mewakili pandangan Redaksi LINTASJEJARING.COM

 

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia
Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu
Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar
UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur
IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?
Dinamika Sosialisasi Beasiswa Gratispol 2026 Tahap 1
Pelaksanaan PKL Mahasiswa prodi Manajemen Dakwah (UINSI) Di DPRD Provinsi Kalimantan Timur
Univisual Studio : Ruang Inovasi Mahasiswa Bagi Agen Perubahan
Berita ini 20 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:37 WITA

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:19 WITA

Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:49 WITA

Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar

Kamis, 1 Januari 2026 - 08:12 WITA

UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur

Senin, 29 Desember 2025 - 08:30 WITA

IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA