PENGUATAN KOMPETENSI MANAJEMEN DAKWAH MELALUI PKL DI PT. SALSABILA GLOBAL WISATA SEBAGAI MEDIA PEMBENTUKAN SARJANA YANG TANGGUH DAN PROFESIONAL

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 13:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Saleha, Mahasiswi PKL Fakultas Ushuluddin, Adab, Dan Dakwah (FUAD), UINSI Samarinda.

Foto : Saleha, Mahasiswi PKL Fakultas Ushuluddin, Adab, Dan Dakwah (FUAD), UINSI Samarinda.

Oleh : Saleha

Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu tahapan penting yang disiapkan oleh perguruan tinggi untuk mempertemukan mahasiswa dengan dunia kerja yang sebenarnya. Bagi mahasiswa jurusan Manajemen Dakwah, kegiatan ini bukan sekadar memenuhi persyaratan akademik saja, tetapi juga menjadi proses nyata dalam melatih kemampuan berpikir, bekerja, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah di lingkungan profesional.

Melaksanakan PKL di PT. Salsabila Global Wisata menjadi kesempatan berharga karena mahasiswa tidak hanya belajar tentang teknis kerja di bidang wisata religi, tetapi juga memahami bagaimana nilai-nilai dakwah diterapkan melalui pelayanan yang profesional dan penuh tanggung jawab.

PT. Salsabila Global Wisata adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perjalanan religi, terutama umrah dan kegiatan-kegiatan Islami lainnya. Karena fokusnya pada pelayanan jamaah, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana manajemen dakwah diterapkan dalam konteks bisnis jasa. Hal ini menjadi pengalaman yang cukup lengkap mulai dari menyusun berkas administrasi, mengatur pendaftaran jamaah, membuat materi promosi, hingga terlibat dalam kegiatan manasik. Dalam proses itu, mahasiswa belajar bahwa dakwah sebenarnya tidak hanya melalui ceramah atau kegiatan keagamaan saja, tetapi bisa diwujudkan lewat pelayanan yang ramah, jujur, amanah, dan membantu umat mendapatkan kemudahan dalam beribadah.

Selama menjalani PKL, mahasiswa saya juga merasakan berbagai tantangan. Dunia kerja menuntut ritme yang cepat, ketelitian tinggi, serta sikap profesional dalam berbagai situasi. Tidak jarang saya harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru, menghadapi beragam karakter jamaah, dan melaksanakan tugas kantor tepat waktu. Namun justru dari tantangan inilah saya menjadi terbentuk. Saya juga belajar disiplin, meningkatkan kesabaran, mengatur waktu lebih baik, dan mengembangkan kepercayaan diri. Kemampuan ini sangat penting dalam proses menjadi sarjana yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi dunia kerja yang lebih luas.

Di samping tantangan, ada banyak peluang besar yang saya dapatkan. Selama PKL, saya dapat mempelajari sistem kerja biro perjalanan religi dari dalam. Saya juga bisa melihat bagaimana perusahaan menyusun paket wisata, melakukan riset pasar, mengembangkan promosi, menjalin komunikasi dengan jamaah, dan mengatur keberangkatan. Pengetahuan ini sangat bermanfaat karena sesuai dengan kompetensi Manajemen Dakwah yang tidak hanya berfokus pada teori dakwah, tetapi juga pada pengelolaan organisasi, pelayanan publik, dan manajemen sumber daya manusia.

Baca Juga:  PKL Sebagai Media Pembentukan Sarjana Yang Tangguh Dan Profesional : Pengalaman Mengajar Tahfidz Di Pondok Yayasan Salsabila Samarinda

Saya juga berkesempatan memperluas jaringan relasi. Mereka bisa berinteraksi dengan pimpinan perusahaan, staf profesional, ustadz pembimbing jamaah, dan calon jamaah dari berbagai latar belakang. Relasi-relasi semacam ini sangat berharga karena bisa menjadi modal sosial ketika saya ingin bekerja di bidang serupa atau bahkan membuka usaha sendiri di kemudian hari. Selain itu, PKL di PT. Salsabila Global Wisata memberikan kesempatan yang sangat besar bagi saya untuk melatih kemampuan komunikasi dan pelayanan publik. Dalam beberapa kegiatan seperti manasik atau pertemuan jamaah, mahasiswa sering dilibatkan untuk membantu menyampaikan informasi, membagikan materi, atau mendampingi peserta. Pengalaman ini membantu saya menjadi lebih percaya diri dalam berbicara di depan umum, sekaligus memahami bagaimana cara berkomunikasi dengan masyarakat secara efektif dan santun.

Saya juga belajar banyak tentang pentingnya menjaga integritas dalam pelayanan. Industri perjalanan religi sangat mengutamakan kepercayaan. Karena itu, perusahaan harus menjaga amanah jamaah dengan sebaik mungkin, mulai dari pengelolaan biaya, penyampaian informasi, hingga ketepatan layanan. Selama PKL, saya bisa mengamati langsung bagaimana etika bisnis Islami diterapkan dalam proses kerja sehari-hari. Sikap profesional, transparan, dan jujur yang ditunjukkan perusahaan menjadi contoh nyata tentang bagaimana dakwah bil hal diterapkan dalam kehidupan kerja.

Baca Juga:  Membentuk Sarjana Tangguh Dan Profesional Melalui PKL : Belajar, Bekerja, Dan Melayani Di LAZ DPU Kaltim

Melalui pengalaman tersebut, saya dapat menyimpulkan bahwa PKL bukan hanya kegiatan magang semata, tetapi merupakan proses penting dalam membentuk kemampuan dan karakter sebagai calon sarjana Manajemen Dakwah. Keterampilan administratif yang mereka pelajari, interaksi dengan masyarakat, serta pengalaman melihat praktik dakwah dalam bentuk pelayanan semuanya menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja dan pengabdian masyarakat di masa depan.

Pada akhirnya, PKL di PT. Salsabila Global Wisata memberikan ruang bagi saya untuk mengasah kompetensi, memperkuat mental, membangun etos kerja, sekaligus menanamkan nilai-nilai profesionalitas dalam melayani umat. Seluruh pengalaman ini menjadi bagian penting dari proses pembentukan sarjana Manajemen Dakwah yang tidak hanya paham teori, tetapi juga matang secara praktik. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pribadi yang tangguh, profesional, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat melalui dakwah yang lebih relevan dan aplikatif.

 

#Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang). Terbitan tidak berkaitan /mewakili pandangan Redaksi LINTASJEJARING.COM

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia
Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu
Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar
UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur
IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?
Dinamika Sosialisasi Beasiswa Gratispol 2026 Tahap 1
Pelaksanaan PKL Mahasiswa prodi Manajemen Dakwah (UINSI) Di DPRD Provinsi Kalimantan Timur
Univisual Studio : Ruang Inovasi Mahasiswa Bagi Agen Perubahan
Berita ini 77 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:37 WITA

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:19 WITA

Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:49 WITA

Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar

Kamis, 1 Januari 2026 - 08:12 WITA

UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur

Senin, 29 Desember 2025 - 08:30 WITA

IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA