Oleh : Yunisma Rasmita
Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) sering dianggap sebagai tahap akhir sebelum mahasiswa benar-benar terjun ke dunia pekerjaan. Namun bagi banyak mahasiswa yang menjalani PKL di LAZ DPU Kaltim, kegiatan ini justru menjadi titik awal terbentuknya karakter dan profesionalitas diri.
Di tengah aktivitas lembaga yang bergerak cepat—mulai dari pelayanan donatur, penyaluran program, hingga pengelolaan administrasi—mahasiswa dituntut untuk sigap dan siap belajar. Setiap tugas yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki nilai pembelajaran. Mereka belajar bahwa profesional bukan hanya tentang bisa bekerja, tetapi tentang bagaimana bekerja dengan sikap yang baik, tepat waktu, dan dapat dipercaya.
Selama menjalani PKL, mahasiswa diperlihatkan langsung bagaimana sebuah lembaga zakat menjalankan amanah publik. Mereka melihat proses perencanaan program, memahami pentingnya akurasi data mustahik, serta menyaksikan bagaimana transparansi dan akuntabilitas menjadi pondasi utama lembaga sosial. Dari situ, mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang integritas—sesuatu yang sering kali sulit dipahami hanya dari teori di ruang kuliah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak sedikit mahasiswa yang awalnya merasa canggung, takut salah, atau bingung dengan ritme kerja. Namun hari demi hari, mereka belajar berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan beradaptasi dengan budaya kerja yang profesional. Tantangan yang dihadapi menjadi latihan mental agar mereka lebih kuat, lebih percaya diri, dan lebih siap menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.
Interaksi dengan masyarakat juga menjadi pengalaman berharga. Ketika mengikuti kegiatan penyaluran, mahasiswa melihat langsung kondisi lapangan: ada rasa haru, empati, dan tanggung jawab moral yang tumbuh. PKL tidak hanya mencetak sarjana yang kompeten, tetapi juga sarjana yang peka terhadap kebutuhan sosial dan memahami arti pelayanan umat.
DPU Kaltim menjadi ruang belajar yang membuka mata mahasiswa, bahwa dunia kerja bukan hanya soal gaji atau jabatan, tetapi soal kontribusi, nilai, dan kebermanfaatan. Di sinilah PKL memainkan perannya sebagai media pembentukan sarjana yang tangguh—yang mau belajar, mau bekerja keras, dan mau berkembang.
Pada akhirnya, PKL bukan sekadar kegiatan rutin yang harus dijalani untuk memenuhi syarat kelulusan. Ia adalah perjalanan pendewasaan. Perjalanan yang melatih mahasiswa untuk tidak hanya menjadi sarjana, tetapi menjadi pribadi yang profesional, bertanggung jawab, dan siap memberi manfaat bagi masyarakat.
#Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang). Terbitan tidak berkaitan /mewakili pandangan Redaksi LINTASJEJARING.COM









