IWAKUM Gugat UU Pers Ke MK, Minta Perlindungan Hukum Wartawan Dipertegas

- Redaksi

Selasa, 19 Agustus 2025 - 18:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Gedung Mahkamah Konstitusi

Foto : Gedung Mahkamah Konstitusi

Lintasjejaring.com, Jakarta – Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum), resmi mengajukan Judicial Review, ke Mahkamah Konstitusi (MK), terkait Pasal 8 dan Penjelasan Pasal 8 Undang – Undang Nomor 40 Tahun 1999 terkait pers.

Permohonan ini, diajukan lantaran Iwakum menilai, bahwa pasal tersebut tidak akan memberikan, suatu kepastian hukum dan justru, akan membuka peluang kriminalisasi terhadap wartawan.

Norma Multitafsir

Kuasa Hukum Iwakum, Viktor Santoso Tandiasa, menjelaskan rumusan norma perlindungan hukum, dalam Pasal 8 masih multifasir, dan tidak menjabarkan secara jelas, terkait bentuk perlindungan yang dimaksud.

“Ketidakjelasan ini bisa menjerat wartawan lewat gugatan perdata atau bahkan kriminalisasi atas karya jurnalistiknya,” ujar Viktor, Selasa (19/8).

Tuntutan Judicial Review

Dalam permohonannya, Iwakum meminta MK mempertegas dua hal pokok :

Baca Juga:  Dispora Kaltim Akan Gelar Beberapa Kegiatan Lomba Antar OPD Dalam Memperingati HUT Kopri -53

1. Wartawan tidak dapat dijerat tindakan kepolisian, maupun gugatan perdata selama, menjalankan tugas sesuai kode etik pers.

2. Pemanggilan, pemeriksaan, penggeledahan, penangkapan, maupun penahanan wartawan, hanya dapat dilakukan setelah, ada izin resmi dari Dewan Pers.

Menegakkan Kemerdekaan Pers

Irfan Kamil, Ketua Umum Iwakum, menegaskan bahwa langkah ini, merupakan perjuangan untuk menegakkan kemerdekaan sejati pers, di Indonesia.

“Kemerdekaan pers bukan sekadar jargon, tapi harus benar-benar dijamin secara hukum. Wartawan tidak boleh lagi bekerja di bawah bayang-bayang ancaman kriminalisasi,” tegasnya.

Senada, Sekjen Iwakum Ponco Sulaksono menambahkan, bahwa profesi wartawan berhak atas perlindungan hukum, yang tegas dan setara, dengan profesi lainnya.

“Profesi wartawan juga seharusnya mendapat payung hukum yang jelas, tidak multitafsir,” tuturnya.

 

Baca Juga:  Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’
Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK
Usai Di Telpon Prabowo, Nahkoda Menkeu Di Gantikan Suahasil Nazara
Teguh Santosa: BRICS New Delhi Uji Arah Baru Politik Luar Negeri Indonesia
Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’

Rabu, 23 September 2026 - 17:13 WITA

Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK

Berita Terbaru