Abdul Waris Minta Layanan IGD 24 Jam Di Daerah Terpencil Tetap Dipertahankan

- Redaksi

Kamis, 26 Juni 2025 - 12:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Abdul Waris, Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau.

Foto : Abdul Waris, Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau.

Lintasjejaring.com, Berau – Abdul Waris, Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, menyatakan penolakannya, terhadap rencana peniadaan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, di Puskesmas, di wilayah terpencil.

Ia menilai kebijakan tersebut, tidak sesuai dengan kondisi geografis, dan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, di daerah seperti, kepulauan dan pesisir.

“Layanan IGD 24 jam, di wilayah terpencil itu, bukan sekadar fasilitas, tapi kebutuhan dasar. Ini menyangkut keselamatan nyawa warga,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, wilayah kepulauan seperti Derawan, Maratua, dan sekitarnya, sangat bergantung pada satu – satunya, fasilitas kesehatan, yang tersedia, yakni Puskesmas.

Baca Juga:  NasDem Copot Ahmad Sahroni Dari Jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR RI

Jika layanan darurat ini dibatasi, hanya pada jam kerja saja, maka masyarakat akan kehilangan akses kritis, saat kondisi darurat terjadi, di malam hari atau di luar jam pelayanan.

“Kalau pelayanan hanya dibuka sampai sore, bagaimana dengan kondisi darurat, di malam hari? Tidak semua daerah, punya akses cepat ke rumah sakit,” ujarnya.

Ia juga menyoroti, bahwa surat edaran dari pusat, terkait pembatasan layanan IGD, tidak bersifat wajib. Oleh sebab itu, ia mendorong agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, untuk mengambil kebijakan, yang menyesuaikan dengan kebutuhan lokal.

“Pemerintah daerah, punya ruang untuk mengambil kebijakan berbeda. Saya harap, Bupati dan Wakil Bupati, bisa tegas menjaga layanan dasar masyarakat, termasuk kesehatan,” ucapnya.

Ia memperkirakan, wacana ini lahir dari upaya efisiensi anggaran, akan tetapi mengingat pentingnya IGD 24 Jam, di wilayah yang sulit dijangkau, ia menilai anggaran daerah bisa diarahkan, untuk mempertahankan layanan tersebut.

“Kalau ini soal efisiensi, jangan sampai mengorbankan hak dasar masyarakat. Pemda bisa prioritaskan ini lewat APBD,” sambungnya.

Ia mengingatkan bahwa, pelayanan kesehatan, di daerah terpencil, harus menjadi prioritas utama, bukan malah dikurangin dan menyebabkan, masyarakat mengalami kerugian.

“Justru wilayah yang jauh dan sulit akses harus mendapat perhatian lebih. Jangan sampai keputusan ini melemahkan hak masyarakat atas pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

 

Baca Juga:  Efek Kemarau, Debit Air Bersih Perumda Tirta Alam Tarakan Turun Jadi 191 L Per Detik
Baca Juga:  DPRD Samarinda Soroti Lonjakan Kasus HIV dan TBC, Dinkes Tegaskan Pengobatan Gratis

(Iza/ADV/Ed-Sean/DPRD Berau)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT Polwan ke-78, Polres Berau Dorong Polisi Wanita Adaptif Hadapi Era Digital
Imigrasi Samarinda Gandeng Media, Perkuat Transparansi dan Tangkal Disinformasi Keimigrasian
Meski Akses Terbatas Hambat Penanganan Karhutla, BPBD Kaltim Pastikan Tetap Komitmen 
Sekjen Korda CMI Kaltim Kritik DLH Provinsi Soal Persoalan Sampah
Petugas dan Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda Lakukan Shalat Ghaib Untuk Alm. Endang Lintang Hardiman
Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian
31 Lulusan SD Belum Dapat Sekolah Negeri, DPRD Samarinda Kawal Penempatan hingga Evaluasi Daya Tampung
Kendaraan di Samarinda Lampaui Jumlah Penduduk, Transportasi Massal Dinilai Tak Lagi Bisa Ditunda
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:33 WITA

Imigrasi Samarinda Gandeng Media, Perkuat Transparansi dan Tangkal Disinformasi Keimigrasian

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:01 WITA

Meski Akses Terbatas Hambat Penanganan Karhutla, BPBD Kaltim Pastikan Tetap Komitmen 

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:56 WITA

Sekjen Korda CMI Kaltim Kritik DLH Provinsi Soal Persoalan Sampah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:05 WITA

Petugas dan Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda Lakukan Shalat Ghaib Untuk Alm. Endang Lintang Hardiman

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA