Sudut Pandang Politisi PKS Soal Titip Menitip Peserta Didik: Bukan Soal Pilih Kasih, Tapi Karena Negara Absen

- Redaksi

Selasa, 10 Juni 2025 - 17:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Agusriansyah Ridwan, Anggota DPRD Kaltim

Foto : Agusriansyah Ridwan, Anggota DPRD Kaltim

Lintasjejaring.com, Samarinda- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Agusriansyah Ridwan, menanggapi polemik praktik titip-menitip peserta didik saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Menurutnya, akar persoalan bukan pada perilaku masyarakat, melainkan ketimpangan fasilitas pendidikan yang belum terpenuhi secara merata oleh negara.

Ditengah PPDB yang mengeluhkan sistem zonasi dan fasilitas yang kurang memadai di beberapa sekolah di Kaltim, stigma negatif tentang jasa “titip-menitip” peserta didik baru, mendapat tanggapan berbeda dari politisi PKS Kaltim tersebut.

“Yang membuat titip itu bukan karena masalah pilih-pilih sekolahnya. Tapi karena substansinya tidak terpenuhi—fasilitas dan sarana prasarana yang tidak memadai,” tegas Agusriansyah di hadapan awak media, Rabu (11/06/25).

Ia menyatakan bahwa fenomena menitip peserta didik seharusnya tidak akan terjadi, jika pemerintah hadir sepenuhnya untuk memenuhi hak masyarakat atas pendidikan yang layak dan setara.

“Tidak akan ada lagi yang menitip kalau pemerintah hadir di tengah masyarakat dan memenuhi kebutuhan peserta didik,” ungkapnya.

Pembelaan terhadap Wakil Rakyat

Lebih lanjut, dirinya juga menyoroti stigma negatif terhadap para wakil rakyat yang sering menjadi tempat menitipkan anak agar bisa bersekolah.

“Misalnya nitip ke wakil rakyat. Dia dianggap tidak mampu, diserang. Padahal, dia punya fungsi pengawasan, legislasi, dan tentu punya hak untuk memperjuangkan warganya agar bisa bersekolah,” katanya.

Menurutnya, wakil rakyat tidak seharusnya disalahkan jika memperjuangkan warga yang terhalang masuk sekolah karena sistem yang tidak berpihak pada keadilan.

“Kalau ada orang yang mau sekolah, tapi sekolahnya tidak mau menerima, masa peserta didiknya yang disalahkan? Itu bukan dititip, tapi kita perjuangkan hak masyarakat,” tegasnya lagi.

Perjuangan Hak, Bukan Praktik Khusus

Baca Juga:  26.580 Pelajar Bulungan Didorong Punya Rekening Lewat Program KEJAR
Baca Juga:  Pelantikan Pengurus Wilayah ISNU Kalimantan Timur: Dorong Peran Strategis dalam Pembangunan IKN

Agusriansyah menegaskan bahwa perlu ada pemahaman yang jernih bahwa membantu warga memperoleh akses pendidikan bukanlah bentuk intervensi negatif, melainkan upaya pembelaan terhadap hak konstitusional masyarakat.

“Kita bukan bicara soal jalur khusus atau intervensi. Ini soal perjuangan terhadap hak dasar rakyat untuk bersekolah. Negara tidak boleh abai terhadap itu,” ujarnya.

 

(Sul/DPRD Kaltim)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker
JATAM Kaltim Dan Warga Rantau Layang, Laporkan Tambang Emas Ilegal Ke Polres Dan DLH Kab. Pser
Imigrasi Samarinda Gandeng Media, Perkuat Transparansi dan Tangkal Disinformasi Keimigrasian
Meski Akses Terbatas Hambat Penanganan Karhutla, BPBD Kaltim Pastikan Tetap Komitmen 
Sekjen Korda CMI Kaltim Kritik DLH Provinsi Soal Persoalan Sampah

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Kamis, 17 September 2026 - 13:37 WITA

Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker

Senin, 14 September 2026 - 13:01 WITA

JATAM Kaltim Dan Warga Rantau Layang, Laporkan Tambang Emas Ilegal Ke Polres Dan DLH Kab. Pser

Berita Terbaru