PPU Mantapkan Langkah Menuju Predikat Nindya KLA 2025

- Redaksi

Rabu, 26 Maret 2025 - 20:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Suasana pendampingan verifikasi KLA 2025 di Balai Penyuluhan KB, Penajam.

Foto: Suasana pendampingan verifikasi KLA 2025 di Balai Penyuluhan KB, Penajam.

Lintasjejaring.com, Penajam — Dalam rangka memperkuat perlindungan serta pemenuhan hak anak, Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan pendampingan verifikasi lapangan Kabupaten Layak Anak (KLA) 2025 di Balai Penyuluhan KB, Penajam Paser Utara (PPU), Selasa, (25/3/2025).

Langkah ini menjadi bagian dari persiapan penting agar PPU siap menghadapi evaluasi ketat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI.

Perwakilan DKP3A Kaltim, Nova Paranoan, menegaskan bahwa kehadiran provinsi dalam pendampingan ini bertujuan untuk memastikan proses verifikasi berjalan maksimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Target kami bukan sekadar mengejar predikat, melainkan membangun sistem perlindungan anak yang terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujar Nova.

Baca Juga:  Pemkab PPU Serahkan SK CPNS dan PPPK 2024 di Dome Anden Oko

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan penuh dari kepala daerah. Menurutnya, keberhasilan mewujudkan KLA tidak cukup mengandalkan satu dinas saja, melainkan hasil kolaborasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipayungi oleh komitmen kuat pimpinan daerah.

“Komitmen kepala daerah akan terlihat nyata dalam kebijakan, alokasi anggaran, serta pelaksanaan program-program ramah anak,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nova menyampaikan optimismenya terhadap peluang PPU untuk meraih predikat Nindya KLA. Ia menilai capaian tersebut bukan sekadar prestasi simbolis, melainkan wujud nyata dari upaya memenuhi hak-hak anak sesuai standar nasional.

“Yang terpenting, hasil program ini harus benar-benar dirasakan oleh seluruh anak-anak di PPU,” tambahnya.

Baca Juga:  Dinas KUKM Perindag PPU Pastikan Minyakita Sesuai Aturan di Pasaran

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU, Chairur Rozikin, mengatakan bahwa pendampingan ini merupakan langkah antisipatif menjelang verifikasi lapangan yang dijadwalkan berlangsung April 2025.

“Kami ingin memastikan bahwa kondisi di lapangan sesuai dengan laporan yang telah kami susun. Untuk itu, koordinasi dengan OPD terkait akan terus kami perkuat, terutama dalam melengkapi seluruh bukti pendukung (eviden) yang dibutuhkan,” paparnya.

Chairur juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan KLA. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan PPU akan menjadi refleksi dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk OPD, lembaga masyarakat, hingga komunitas lokal.

Baca Juga:  Pengrajin Sepatu PPU Dibidik untuk Penuhi Kebutuhan Siswa Penerima KPC

“Kami akan terus membangun kerja sama yang solid untuk mencapai tujuan bersama,” ujarnya.

Dengan nilai sementara sebesar 773,84, Chairur optimistis PPU mampu mencapai predikat Nindya. Ia juga menekankan pentingnya kehadiran Bupati dalam proses penilaian sebagai bentuk komitmen daerah.

“Kami akan segera berkoordinasi untuk memastikan dukungan penuh dari beliau,” tutupnya.

Melalui semangat kebersamaan dan kerja keras ini, harapannya, PPU tidak hanya meraih predikat, tetapi juga menjadi kabupaten yang benar-benar ramah dan berpihak kepada anak-anak, demi masa depan yang lebih cerah. (Adv)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan Asal Buang Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Dorong Edukasi Masyarakat
Cegah Obat Terbuang, Dinkes PPU Perkuat Koordinasi Stok dengan Paser dan Balikpapan
Cegah Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Perkuat Pengawasan Stok hingga Fasilitas Kesehatan
Sinkronisasi Data Penduduk Jadi Kunci Ketepatan Distribusi Obat Program di PPU
Cegah Pemborosan Stok Obat, Dinkes PPU Validasi Kebutuhan Fasilitas Kesehatan
Dinkes PPU Atur Pemusnahan Obat Kedaluwarsa, Cegah Penyalahgunaan dan Pencemaran
BPBD PPU Terima Rp175 Juta, Tagihan Operasional Karhutla Jadi Prioritas
Dexlite Rp25.700 per Liter, DLH PPU Pangkas Armada Truk Sampah demi Efisiensi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:58 WITA

Jangan Asal Buang Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Dorong Edukasi Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:50 WITA

Cegah Obat Terbuang, Dinkes PPU Perkuat Koordinasi Stok dengan Paser dan Balikpapan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:40 WITA

Cegah Obat Kedaluwarsa, Dinkes PPU Perkuat Pengawasan Stok hingga Fasilitas Kesehatan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WITA

Sinkronisasi Data Penduduk Jadi Kunci Ketepatan Distribusi Obat Program di PPU

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:54 WITA

Cegah Pemborosan Stok Obat, Dinkes PPU Validasi Kebutuhan Fasilitas Kesehatan

Berita Terbaru