LINTASJEJARING.COM, BERAU – Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Berau pada tahun 2024 menunjukkan kondisi yang masih tergolong baik. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, nilai IKLH Kabupaten Berau mencapai angka 78,97 dengan kategori “Baik”.
Beberapa indikator yang menjadi pendukung pencapaian ini antara lain adalah, Indeks Kualitas Udara (IKU) sebesar 90,83, Indeks Kualitas Air (IKA) sebesar 56,96, dan Indeks Kualitas Lingkungan (IKL) sebesar 94,85. Dari ketiga faktor diatas, yang masih memerlukan peningkatan adalah Indeks Kualitas Air.
Ida Ayu selaku Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Lingkungan Hidup DLHK Berau, menjelaskan bahwa pencemaran air di Berau masih menjadi sebuah tantangan utama. Banyak masyarakat yang masih membuang limbah domestik, seperti sisa deterjen, langsung ke sungai tanpa pengolahan terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sungai di Berau masih menjadi sumber air utama bagi para masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak membuang limbah rumah tangga secara sembarangan,” jelasnya.
Walaupun demikian, dirinya tetap mengapresiasi Kepatuhan sektor pariwisata dan perusahaan besar, yang telah memiliki sistem pengolahan limbah sendiri. Hal ini sangat membantu, untuk mengurangi dampak pencemaran air di wilayah tersebut.
Disisi lain, kualitas udara di Berau berada dalam kategori sangat baik, hal ini tidak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan, salah satunya adalah dengan program Car Free Day, yang berhasil menurunkan emisi karbon.
Untuk menjaga kualitas udara tetap baik, Ida Ayu menekankan akan pentingnya kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dengan Dinas Perhubungan, agar rutin melakukan uji emisi pada kendaraan, yang telah berusia lebih dari 10 tahun.
“Kualitas udara yang baik, harus dijaga bersama. Salah satunya, dengan memastikan kendaraan yang beroperasi, tidak menghasilkan polusi yang berlebihan,” terangnya.
Selain itu, indeks tutupan lahan di Berau juga telah menunjukkan hasil positif. Dengan mencapai angka 94,85, kondisi lahan di Berau masih berada dalam kategori baik. Akan tetapi, Ida tidak menyangkal, bahwa masih ada tantangan berupa sisa bukaan tambang, yang perlu dikelola dengan baik.
Ia juga menegaskan bahwa data IKLH ini, tidak dapat dimanipulasi, dan juga karena pemantauan, juga dilakukan oleh kementerian melalui satelit khusus.
“Secara keseluruhan, kondisi lingkungan di Berau masih tergolong baik. Akan tetapi, perlu usaha bersama agar kualitas air dapat meningkat dan juga tutupan lahan dapat terjaga,” tandasnya.
Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan kualitas lingkungan di Berau semakin membaik di masa mendatang.
Dengan kerjasama dari semua pihak, diharapkan kualitas lingkungan di Berau, akan semakin membaik di masa mendatang.
(Sean)









