LINTASJEJARING.COM, -Berau- Didi Rahmadi selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Berau menyampaikan rencananya dalam penggunaan sistem komunikasi internet terbaru yang berbasis satelit atau starlink, dalam penanggulangan wilayah-wilayah blankspot terhadap jaringan.
Untuk penggunaan fasilitas starlink sendiri, Didi menyampaikan terkait perlunya pendalaman lebih untuk penggunaan satelit ini sendiri. terutama, jika penggunaan starlink menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kita perlu pelajari dahulu, apakah ada kemungkinan atau tidak dan apakah ada regulasi yang diperbolehkan nantinya,” ucapnya kepada awak media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah peluncuran starlink di Indonesia, starlink kerap beberapa kali tertangkap melintasi langit Indonesia. Selain itu, respon positif juga datang dari masyarakat yang menambah kebenaran akan kualitas internet yang diberikan oleh starlink. Salah satunya adalah starlink dapat menangkap frekuensi internet yang cukup besar dan stabil.
Kadiskominfo Berau tersebut juga menyampaikan, bahwa selama ini indonesia menggunakan V – Sat yang menembak langsung pada satelit. Sama halnya dengan starlink, namun pada prosesnya terjadi perbedaan antara V – Sat dan Starlink itu sendiri.
“Selama ini kita menggunakan V – Sat, sama – sama menembak kearah satelit. Namun, starlink memiliki perbedaan yang cukup banyak dalam prosesnya,” ungkapnya.

Dirinya menyampaikan bahwa, Diskominfo masih mempelajari terkait penggunaan sistem starlink ini. Terkait dengan masukkan, respon yang diberikan kepada starlink selama ini bersifat respon atas penggunaan pribadi, bukan penggunaan untuk perluasan jaringan internet. Ia pun belum mengetahui apakah akan ada perbedaan harga pada penggunaan yang berbeda terkait satelit tersebut.
“Untuk penggunaan pribadi harga yang dipatok perbulannya berada di kisaran harga Rp 750.000.-, jika kita terapkan pada wilayah – wilayah kampung yang blankspot atau jauh. Apakah harganya tetap mengikut pada harga penggunaan pribadi atau ada harga yang berbeda.” jelasnya.
Selain daripada itu, Diskominfo Berau juga turut mengupayakan perluasan jaringan internet melalui jaringan fiber optik. Di tahun 2025, Diskominfo merencanakan untuk mengusulkan penambahan titik penyediaan Wifi gratis dengan jumlah 500 titik.
“teknologi terbaru ini cukup mumpuni, dan terdapat kecocokan dengan wilayah – wilayah kita. Sehingga wilayah – wilayah kita yang blankspot, memiliki kemungkinan dapat menggunakan teknologi tersebut (starlink), jika aturan memungkinkan,” tegasnya.
Diskominfo berau sebelumnya telah memasang jaringan dengan menggunakan V-Sat di enam titik di Kabupaten Berau. Meskipun dirinya menyadari terdapat berbagai kekurangan dikarenakan pemasangan tidak menggunakan kabel fiber optik atau penguat sinyal radio, hal ini justru akan mengurangi titik blankspot yang ada di kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Utara.
Walaupun demikian, belum ada kepastian yang berani diberikan oleh Didi terkait totalan akan kebutuhan anggaran dan realisasi di lapangan nantinya. Karena hal tersebut masih dalam tahap penyusunan rencana.
“Nanti kita akan fleksibel saja, penggunaan Fiber Optik, Radio atau VSat, semua nanti tergantung kemampuan dan lokasi pemasangannya,” terangnya.
Dirinya juga menyampaikan terkait, wilayah – wilayah di Kabupaten Berau yang memiliki tantangan – tantangan tersendiri untuk dapat menentukan skema yang terbaik. Namun, ketiga opsi dan skema tersebut, semuanya akan diterapkan di berau.
“Wilayah kita tidak hanya cukup dengan fiber optik saja, ada juga wilayah yang memerlukan V – Sat, karena fiber tidak bisa masuk dan sinyal radio kurang maksimal,” ucapnya.
Hasil dari audiensi yang telah dilakukan sebelumnya oleh jajaran tim dari Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), saat ini telah ada instruksi bagi perusahaan provider internet agar dapat memperluas jaringan di Kabupaten Berau. Dari hasil tersebut disampaikan terkait pihak provider yang tengah melakukan pembelajaran untuk wilayah di Berau.
“Perihal ini kaitannya dengan bisnis, sehingga mereka harus mempelajari kebutuhan dan marketnya nanti. Akankah nantinya dari segi bisnis hal ini masuk atau tidak,” jelasnya.
Sehingga hal ini akan terus menjadi fokus pekerjaan dirinya untuk mengusahakan terjadinya pemerataan jaringan internet di wilayah Berau. Sehingga, pemerataan internet di seluruh wilayah Berau dapat terlaksana dan dinikmati seluruh masyarakat Kabupaten Berau.
“Tentu hal menjadi harapan besar Bupati, sehingga kedepannya masyarakat dapat menikmati internet dengan nyaman,” tutupnya.
Penulis : Sean
Editor : Niken









