Bupati Mudyat Noor: HUT ke-24 Momentum Perkuat Kolaborasi Pembangunan PPU

- Redaksi

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor

Foto : Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor

Lintasjejaring.com, Penajam Paser Utara – Usia 24 tahun mungkin masih tergolong muda bagi sebuah daerah. Namun bagi Penajam Paser Utara (PPU), fase ini menjadi momentum penting untuk menegaskan arah pembangunan, dan memperkuat fondasi menuju masa depan yang lebih maju.

Momentum 24 tahun berdirinya Penajam Paser Utara dimaknai sebagai titik penting, untuk menegaskan posisi daerah di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kehadiran IKN menjadikan PPU memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga, sekaligus gerbang aktivitas ekonomi dan mobilitas menuju kawasan ibu kota baru. Di tengah peluang besar tersebut, pemerintah daerah juga dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran dan tuntutan peningkatan kualitas tata kelola, sehingga kolaborasi berbagai pihak dinilai menjadi kunci untuk memastikan PPU mampu tumbuh seiring perkembangan Nusantara.

Sejak resmi berdiri pada 11 Maret 2002, PPU terus bertumbuh dan menghadapi berbagai tantangan pembangunan, sekaligus merajut harapan masyarakat yang ingin melihat daerahnya semakin maju.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perjalanan 24 tahun ini bukan sekadar penanda usia, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk menegaskan arah pembangunan PPU ke depan,” ujar Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor.

Kini perjalanan itu memasuki babak baru. PPU tidak lagi hanya dikenal sebagai kabupaten pesisir, yang tenang di sisi barat Teluk Balikpapan. Wilayah ini telah menjelma menjadi kawasan strategis yang memiliki posisi penting, dalam sejarah pembangunan Indonesia.

Baca Juga:  ‎Mulai Dari Infrastruktur Hingga Kendala Pertanian, Budianto Bulang Dengar Dengan Seksama Keluhan Warga Desa Bumi Jaya

Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadikan PPU sebagai salah satu daerah kunci, dalam transformasi besar bangsa.

“Dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara, PPU memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga sekaligus mitra dalam pembangunan ibu kota negara,” katanya.

Bukan tanpa alasan jika PPU mengusung tagline Gerbang Nusantara. Posisi geografis, potensi sumber daya, serta kedekatan wilayah dengan kawasan inti IKN menjadikan PPU sebagai pintu masuk penting, menuju masa depan ibu kota negara yang baru.

“Dari wilayah inilah arus mobilitas, aktivitas ekonomi, hingga dinamika sosial akan tumbuh seiring berkembangnya Nusantara,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi, peluang semakin terbuka. Aktivitas investasi meningkat, kebutuhan infrastruktur bertambah, dan sektor jasa mulai berkembang mengikuti ritme pembangunan kawasan ibu kota.

Namun perubahan tersebut tidak hanya menyangkut ekonomi. Dari sisi politik dan tata kelola pemerintahan, posisi PPU juga akan semakin strategis.

“Sebagai daerah yang berada di sekitar IKN, kita harus mampu menyesuaikan diri dengan standar pembangunan yang lebih maju, serta pelayanan publik yang semakin profesional,” jelasnya.

Di tengah harapan besar terhadap kemajuan daerah, pemerintah daerah juga menghadapi berbagai tantangan, salah satunya keterbatasan anggaran.

Baca Juga:  Ubayya Bengawan Dukung Penuh Program MBG: Langkah Positif Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas di Bontang

Dalam beberapa waktu terakhir, transfer anggaran dari pemerintah pusat mengalami penyesuaian yang berdampak terhadap kemampuan belanja daerah.

Namun Mudyat menegaskan keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi penghambat pembangunan.

“Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti melangkah. Justru dalam situasi seperti ini kita harus lebih kreatif, memperkuat kerja sama, dan memaksimalkan potensi daerah,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada kemampuan mengelola potensi, membangun kemitraan, serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah tetap memprioritaskan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan publik.

Dalam menjalankan agenda tersebut, kolaborasi menjadi kata kunci utama.

“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan sinergi dari dunia usaha, masyarakat, akademisi, hingga generasi muda untuk bersama-sama membangun PPU,” ujarnya.

Kerja sama dengan pemerintah daerah lain di Kalimantan Timur, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat juga akan terus diperkuat. Begitu pula dengan dukungan legislatif, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat penting agar kebijakan pembangunan bisa berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” terangnya.

PPU sebagai Gerbang Nusantara diharapkan mampu memanfaatkan momentum sejarah ini dengan baik.

“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton dari pembangunan ibu kota negara. PPU harus menjadi bagian aktif yang tumbuh bersama Nusantara,” tegasnya.

Karena itu, tema “Harmoni dalam Kolaborasi” diusung dalam peringatan HUT ke-24 PPU.

Baca Juga:  Karhutla Kembali Membara di Sepaku, Tim Gabungan Kejar Titik Api Hingga kerahkan Caracal

Menurut Mudyat, tema tersebut bukan sekadar slogan seremonial, melainkan refleksi arah pembangunan daerah ke depan.

“Harmoni berarti menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan, antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, serta antara modernitas IKN dengan kearifan lokal yang telah lama hidup di tengah masyarakat PPU,” bebernya.

Sementara itu, kolaborasi menegaskan bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat tersebut, PPU diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai Gerbang Nusantara, daerah yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga tumbuh dengan nilai kebersamaan, inklusivitas, dan keberlanjutan.

“Pada usia ke-24 tahun ini, PPU sedang berdiri di gerbang sejarahnya sendiri, gerbang menuju Nusantara. Dari gerbang itu kita melangkah bersama, menata harapan dan membangun masa depan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

 

(Kinka)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker
Dinkes PPU Minta Warga Waspadai ISP Dan Diare Saat Musim Kemarau
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih PPU Dimulai, Nenang dan Tanjung Tengah Jadi Lokasi Awal
Sekda PPU Dorong Efek Jera bagi Pembakar Lahan untuk Tekan Karhutla
Mudyat Minta 180 PNS Baru Tingkatkan Pelayanan dan Hadirkan Inovasi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Kamis, 17 September 2026 - 13:37 WITA

Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker

Rabu, 16 September 2026 - 19:32 WITA

Dinkes PPU Minta Warga Waspadai ISP Dan Diare Saat Musim Kemarau

Berita Terbaru