Home / PPU

Kualitas Udara PPU Memburuk, Mudyat Noor: Kiriman Dari Paser

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 14:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Kab. Penajam Paser Utara, Mudyat Noor. (Ist)

Foto: Bupati Kab. Penajam Paser Utara, Mudyat Noor. (Ist)

Lintasjejaring.com, Penajam – Meningkatnya kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak bisa dilakukan secara parsial oleh masing-masing daerah. Pergerakan asap yang melintasi batas administrasi menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah di Kalimantan Timur. Kamis (03/09/2026).

Bupati PPU, Mudyat Noor, menilai kualitas udara di wilayahnya saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi di dalam daerah, tetapi juga oleh aktivitas karhutla yang terjadi di kabupaten sekitar, khususnya Kabupaten Paser. Menurutnya, asap yang terbawa angin menjadi bukti bahwa dampak kebakaran dapat dirasakan jauh dari lokasi titik api.

“Asap ini merupakan imbas embusan dari wilayah Paser yang kemarin mengalami kebakaran cukup hebat,” ujar Mudyat Noor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut membuat upaya pengendalian karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga membutuhkan koordinasi antardaerah dalam mengurangi sumber asap yang menyebar ke wilayah lain.

Baca Juga:  BUMDes Sesulu Torehkan Prestasi, Lolos 3 Besar Lomba BUMDes se-Kaltim

Mudyat menjelaskan, tim gabungan di PPU selama ini berupaya melakukan respons cepat terhadap setiap kejadian kebakaran agar tidak berkembang menjadi kebakaran besar yang menghasilkan asap dalam waktu lama.

“Kebakaran di Penajam penanganannya cepat banget dan tidak pernah berlarut-larut melebihi satu hari,” katanya.

Meski demikian, kualitas udara PPU tetap terdampak. Data menunjukkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di wilayah tersebut mencapai angka 80 dan masih berada pada kategori sedang. Parameter PM2,5 menjadi faktor dominan yang memengaruhi kualitas udara karena partikelnya mudah terbawa angin dan menyebar ke wilayah yang lebih luas.

Baca Juga:  PPU Kejar Pemerataan Pendidikan, SLB dan Infrastruktur Sekolah Jadi Prioritas

Untuk membantu mengurangi dampak asap, pemerintah mendorong pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Namun, efektivitas metode tersebut tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan arah pergerakan angin.

“Kemarin sudah dilakukan rekayasa cuaca, tetapi karena angin cukup deras, awan hujan bergeser dan justru turun hujan di Kubar,” ungkap Mudyat.

Menurutnya, kondisi cuaca menjadi faktor yang tidak bisa sepenuhnya dikendalikan sehingga seluruh pihak harus memperhitungkan dinamika alam dalam setiap upaya penanganan karhutla.

“Rekayasa cuaca sebetulnya tetap perlu, tetapi kita harus melihat kondisi anginnya,” ujarnya.

Mudyat menegaskan bahwa persoalan asap di Kalimantan Timur harus dipandang sebagai masalah bersama. Selama kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah, potensi penyebaran asap ke daerah lain akan tetap ada.

“Kalau faktor cuaca dan angin tidak mendukung, tentu jadi tantangan tersendiri bagi kawan-kawan di lapangan,” pungkasnya.

Dengan kondisi tersebut, penguatan koordinasi lintas kabupaten dan kota dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menekan dampak karhutla, terutama pada puncak musim kemarau yang masih berlangsung di Kalimantan Timur.

Baca Juga:  SSB Waru Bahari Taka U-12 Diberangkatkan ke Jakarta, Pembiayaan Didominasi oleh Orang Tua

Penulis : Sultan

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes PPU Minta Warga Waspadai ISP Dan Diare Saat Musim Kemarau
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih PPU Dimulai, Nenang dan Tanjung Tengah Jadi Lokasi Awal
Sekda PPU Dorong Efek Jera bagi Pembakar Lahan untuk Tekan Karhutla
Mudyat Minta 180 PNS Baru Tingkatkan Pelayanan dan Hadirkan Inovasi
Bupati Mudyat Dorong Perusahaan Ambil Peran Lebih Besar dalam Perlindungan Anak di PPU
Dorong Babulu Jadi KNMP, Diskan PPU Lirik Potensi Besar
Diskan PPU Kembangkan Bibit Unggul untuk Perkuat Budidaya Rumput Laut
Kemarau Panjang Picu Produksi Air Bersih PPU Anjlok 95 Persen, Bendungan Waru Jadi Alternatif Stok Air Bersih

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:32 WITA

Dinkes PPU Minta Warga Waspadai ISP Dan Diare Saat Musim Kemarau

Rabu, 16 September 2026 - 19:10 WITA

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih PPU Dimulai, Nenang dan Tanjung Tengah Jadi Lokasi Awal

Selasa, 15 September 2026 - 15:34 WITA

Sekda PPU Dorong Efek Jera bagi Pembakar Lahan untuk Tekan Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 14:38 WITA

Mudyat Minta 180 PNS Baru Tingkatkan Pelayanan dan Hadirkan Inovasi

Senin, 14 September 2026 - 18:54 WITA

Bupati Mudyat Dorong Perusahaan Ambil Peran Lebih Besar dalam Perlindungan Anak di PPU

Berita Terbaru