Lintasjejaring.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengirimkan bantuan 68 ton beras ke Kabupaten Mahakam Ulu untuk mengatasi kelangkaan pangan yang terjadi di daerah perbatasan tersebut. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa pengiriman pertama telah sampai dan pengiriman tahap kedua akan dilakukan besok.
Kelangkaan beras di Mahakam Ulu sebelumnya memicu kekhawatiran masyarakat karena keterbatasan akses transportasi dan distribusi logistik. Untuk itu, Pemprov Kaltim mengambil langkah cepat dengan menyalurkan bantuan pangan guna menjaga stabilitas ketersediaan beras.
“Kami sudah kirim 68 ton beras, besok akan dikirim lagi ke Mahakam Ulu untuk menambah stok pangan di sana,” ujar Seno Aji usai Rapat Paripurna ke-28 DPRD Kaltim, Senin (4/8/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wagub Seno Aji menegaskan bahwa upaya mengatasi kelangkaan pangan ini tidak boleh hanya dibebankan kepada pemerintah provinsi. Menurutnya, pemerintah kabupaten juga harus bergerak aktif untuk mencari solusi jangka panjang.
“Kami meminta pemerintah kabupaten jangan hanya mengandalkan provinsi. Mereka harus mendatangkan pedagang atau distributor beras ke Mahakam Ulu dengan harga yang sesuai,” ucapnya.
Seno menjelaskan bahwa faktor geografis Mahakam Ulu yang sulit dijangkau menjadi salah satu kendala distribusi bahan pokok. Apalagi, jalur transportasi darat terbatas, sehingga pengiriman sebagian besar harus melalui jalur sungai.
Masalah Distribusi Jadi Tantangan
Kelangkaan beras di Mahakam Ulu dipicu keterlambatan distribusi dari wilayah hulu. Tingginya biaya angkut menyebabkan harga beras melonjak, sehingga masyarakat semakin terbebani.
“Dengan tambahan pasokan ini, kami harap harga beras bisa lebih stabil. Tapi Pemkab harus memastikan distribusi sampai ke kecamatan-kecamatan, jangan hanya menumpuk di gudang,” tambah Seno.
Pemprov Kaltim berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan hingga kondisi pasokan pangan kembali normal. Selain itu, Seno menyebutkan bahwa pemerintah akan menggandeng distributor dan pedagang besar untuk masuk ke Mahakam Ulu, agar tidak terjadi ketergantungan bantuan dalam jangka panjang.
Orang nomor dua di Kaltim tersebut memastikan bahwa bantuan tahap pertama sudah sampai di Mahakam Ulu.
“Ya, bantuan pertama sudah sampai, yang kedua berangkat besok,” ujarnya.
Dengan langkah ini, Pemprov berharap masyarakat Mahakam Ulu dapat segera keluar dari ancaman krisis pangan yang sempat menimbulkan keresahan.
Diketahui, dilansir dari Media Kaltim.com, harga beras per 25 Kg di Kab. Mahakam ulu, mencapai 1jt rupiah dan Gas Elpiji 3Kg mencapai 400 Ribu Rupiah.
(Sul)









