LINTASJEJARING.COM, SAMARINDA – Workshop Personal Branding Millenial dan Gen Z menjadi salah satu kegiatan yang akan terus dilaksanakan di samarinda, mengingat kurangnya pelatihan yang berfokus pada pengembangan pemberdayaan para generasi muda.
Dalam kegiatan ini, para peserta yang hadir berasal dari para pelajar dan pemuda, mulai dari para pelajar dari Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga para mahasiswa dari Universitas – universitas yang ada di Samarinda, serta komunitas – komunitas anak muda.
“Untuk workshop kali ini kita memfokuskan pada anak – anak muda khususnya Gen Z dan Millenial, yang berasal dari SMA/SMK, Universitas serta komunitas – komunitas anak muda yang ada di Samarinda,” ucap Hady Saparudin selaku Ketua dari PMN. Selasa (31/10/24).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Hady menjelaskan bahwa di Kota Samarinda, kegiatan – kegiatan yang bertujuan untuk menggembangkan para generasi muda masih sangat terbatas dan jarang untuk dilakukan, oleh sebab itu dirinya selaku Ketua PNM menggambil tindakan inisiatif untuk mengadakan pelatihan – pelatihan pengembangan para generasi muda menjadi salah satu program kerja yayasannya.
“Workshop Personal Branding untuk millenial dan gen z ini merupakan salah satu program kerja dari Yayasan Pesut Muda Nusantara (PMN) untuk penggembangan dan pemberdayaan pemuda khususnya di Kalimantan Timur (Kaltim), mengingat sangat jarang di Kota Samarinda kegiatan ini diadakan” jelasnya.
Ia juga menekankan pada para pemuda di Kalimantan Timur agar dapat terkait pentingnya personal branding yang mereka miliki, personal branding menjadi salah satu pandangan orang lain terhadap seseorang sehingga memiliki personal branding yang baik sangat berpengaruh pada generasi muda.
“Para anak – anak muda harus dapat membranding diri mereka dengan baik, mulai dari social media hingga kehidupan sehari – hari, sehingga pemuda – pemuda kita tidak dipandang sebelah mata karena, tidak memiliki personal branding yang baik.” tegasnya.
Dirinya juga menyampaikan bahwa perpindahan Ibukota Negara (IKN) ke pulau Kalimantan menjadi ajang bagi para anak muda daerah untuk dapat unjuk diri dan memperlihatkan kemampuan para anak – anak daerah di pulau Kalimantan, terkhususnya di Kalimantan Timur, sehingga dapat bersaing dengan para pemuda – pemuda dari daerah lain.
“Saya harap dengan kegiatan ini, kita dapat terus menekankan pemuda – pemuda kita untuk aware dengan personal branding yang mereka miliki, sehingga dapat bersaing dengan pemuda – pemuda dari luar pulau, jadi para pemuda – pemuda kita tidak menjadi penonton di tanah nya sendiri,” tandasnya.









