Komunikasi Publik Dalam Pembangunan IKN Di Kalimantan Timur

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 06:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Risma, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, UINSI Kota Samarinda.

Foto : Risma, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, UINSI Kota Samarinda.

Oleh : Risma 

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi salah satu proyek besar yang bukan hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga masa depan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dalam perspektif komunikasi, pembangunan IKN adalah ujian sejauh mana komunikasi publik dapat dilakukan secara terbuka, partisipatif, dan memberdayakan masyarakat lokal.

Komunikasi publik yang baik seharusnya menjembatani kepentingan negara dengan suara masyarakat. Namun, di lapangan, sering muncul kritik bahwa proses komunikasi dalam pembangunan IKN masih bersifat top-down, yaitu informasi lebih banyak disampaikan dalam bentuk sosialisasi sepihak daripada dialog dua arah. Hal ini berpotensi menimbulkan resistensi dari masyarakat adat dan warga sekitar yang merasa tanah dan ruang hidupnya terancam.

Baca Juga:  Kalimantan Timur Melimpah Sumber Daya, Namun Kesejahteraan untuk Siapa? Fenomena Pertambangan dalam Perspektif Komunikasi

Komunikasi pembangunan menekankan bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, melainkan juga transformasi sosial yang melibatkan warga. Komunikasi adalah proses membangun makna bersama agar individu dan kelompok dapat berpartisipasi secara efektif dalam kehidupan sosial mereka. Dalam konteks IKN, komunikasi seharusnya tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga persuasif dan partisipatif.

Jika pemerintah berhasil mengelola komunikasi publik dengan baik, misalnya melalui forum musyawarah, konsultasi masyarakat, serta media lokal yang ramah warga, maka proyek IKN bisa diterima dengan lebih baik. Namun, jika komunikasi hanya menjadi alat legitimasi kebijakan, konflik horizontal maupun vertikal sangat mungkin terjadi. Dengan kata lain, keberhasilan pembangunan IKN bukan hanya ditentukan oleh beton dan baja, tetapi juga oleh kualitas komunikasi antara negara dan rakyat.

Fenomena IKN di Kalimantan Timur mengajarkan bahwa komunikasi bukan sekadar penyampaian pesan, melainkan proses membangun kepercayaan. Komunikasi yang jujur, terbuka, dan partisipatif akan membuat masyarakat merasa dilibatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Jika pemerintah mampu menerapkan strategi komunikasi yang inklusif, maka IKN tidak hanya menjadi simbol fisik ibu kota baru, tetapi juga simbol kematangan komunikasi pembangunan di Indonesia.

Baca Juga:  Kesenjangan Sosial Di Era Digital

 

#Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang). Terbitan tidak berkaitan /mewakili pandangan Redaksi LINTASJEJARING.COM

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September Membuat Sejarah Kelam Baru? Masih Layakkah Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia?
Maulid Nabi: Adilkah Jika Hanya Mencintai Secara Spiritual?
81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia
Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu
Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar
UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur
IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?
Dinamika Sosialisasi Beasiswa Gratispol 2026 Tahap 1
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:45 WITA

September Membuat Sejarah Kelam Baru? Masih Layakkah Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia?

Selasa, 15 September 2026 - 16:32 WITA

Maulid Nabi: Adilkah Jika Hanya Mencintai Secara Spiritual?

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:37 WITA

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:19 WITA

Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:49 WITA

Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar

Berita Terbaru