Kalimantan Timur Melimpah Sumber Daya, Namun Kesejahteraan untuk Siapa? Fenomena Pertambangan dalam Perspektif Komunikasi

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025 - 12:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Muhammad Ibrahim Yahya, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, UINSI Kota Samarinda.

Foto : Muhammad Ibrahim Yahya, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, UINSI Kota Samarinda.

Oleh : Muhammad Ibrahim Yahya

Aktivitas pertambangan di Kalimantan Timur selama ini sering diposisikan sebagai tanda kemajuan dan pembangunan daerah. Narasi yang dibangun menekankan pertumbuhan ekonomi, investasi, serta peluang kerja bagi masyarakat. Namun, jika dilihat lebih dekat, realitas di lapangan tidak selalu sejalan dengan pesan tersebut. Banyak warga di sekitar wilayah tambang justru merasa tidak mendapatkan manfaat yang sepadan. Dari sini terlihat bahwa persoalan tambang juga berkaitan erat dengan cara komunikasi antara pihak berwenang, perusahaan, dan masyarakat dijalankan.

Dalam kajian teori komunikasi, kondisi ini menunjukkan adanya pola komunikasi yang cenderung satu arah. Informasi mengenai kebijakan tambang biasanya disampaikan dari atas ke bawah tanpa melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pengambilan keputusan. Masyarakat ditempatkan sebagai penerima informasi, bukan sebagai pihak yang diajak berdialog. Akibatnya, muncul perbedaan pemahaman antara konsep “pembangunan” yang disampaikan oleh pemerintah dan perusahaan dengan pengalaman nyata masyarakat yang harus menghadapi dampak lingkungan dan sosial.

Baca Juga:  MEMBENTUK SARJANA TANGGUH DAN PROFESIONAL MELALUI PENGABDIAN DI KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA SAMARINA

Kurangnya komunikasi yang dialogis juga berdampak pada menurunnya kepercayaan publik. Banyak masyarakat merasa aspirasinya diabaikan, terutama ketika menyangkut kerusakan lingkungan, keselamatan, dan keberlanjutan hidup mereka. Dalam perspektif komunikasi, kondisi ini dapat dipahami sebagai gangguan dalam proses penyampaian pesan akibat perbedaan kepentingan dan minimnya empati komunikator terhadap komunikan. Ketika komunikasi tidak dibangun atas dasar kesetaraan, potensi konflik sosial menjadi semakin besar.

Media massa turut berperan dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap isu tambang. Pemberitaan sering kali menampilkan sisi ekonomi dan keuntungan pembangunan, sementara suara warga terdampak kurang mendapat sorotan. Pola pemberitaan seperti ini memengaruhi opini publik dan membuat persoalan kesejahteraan di Kalimantan Timur terlihat lebih sederhana dari kenyataan sebenarnya. Padahal, dampak sosial dan lingkungan tidak bisa dipisahkan dari pembahasan pembangunan.

Melalui sudut pandang komunikasi, dapat dipahami bahwa masalah utama pertambangan di Kalimantan Timur bukan hanya tentang pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga tentang siapa yang didengar dan siapa yang diabaikan. Selama komunikasi masih didominasi oleh satu pihak dan tidak memberi ruang partisipasi yang adil bagi masyarakat, kesejahteraan akan sulit dirasakan secara merata. Oleh karena itu, pembangunan seharusnya disertai dengan komunikasi yang terbuka, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat agar kekayaan alam benar-benar membawa manfaat bersama.

Baca Juga:  DARI JALANAN KE RUANG PUBLIK : SOLUSI KOMUNITAS UNTUK MEREDAM GENG MOTOR DI SAMARINDA

 

#Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang). Terbitan tidak berkaitan /mewakili pandangan Redaksi LINTASJEJARING.COM

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September Membuat Sejarah Kelam Baru? Masih Layakkah Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia?
Maulid Nabi: Adilkah Jika Hanya Mencintai Secara Spiritual?
81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia
Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu
Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar
UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur
IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?
Dinamika Sosialisasi Beasiswa Gratispol 2026 Tahap 1
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:45 WITA

September Membuat Sejarah Kelam Baru? Masih Layakkah Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia?

Selasa, 15 September 2026 - 16:32 WITA

Maulid Nabi: Adilkah Jika Hanya Mencintai Secara Spiritual?

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:37 WITA

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:19 WITA

Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:49 WITA

Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar

Berita Terbaru