DPRD Tahan Finalisasi Raperda Pajak Daerah, Tarif Sampah Dinilai Belum Berkeadilan

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025 - 16:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Iswandi, Ketua Komisi II sekaligus Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda)

Foto : Iswandi, Ketua Komisi II sekaligus Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda)

Lintasjejaring.com, Samarinda – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Samarinda, terkait dengan Perubahan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, belum dapat sepenuhnya dirampungkan. Hal ini dikarenakan DPRD Kota Samarinda meminta adanya sejumlah penyesuaian sebelum Raperda dapat difinalisasi, Senin (15/12/2025).

Iswandi, selaku Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, yang juga menjabat sebagai anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang perlu melakukan perbaikan dan klarifikasi substansi, khususnya yang berkaitan dengan retribusi.

“Belum difinalisasi, masih ada beberapa aturan yang saya minta untuk diterjemahkan ulang dan diubah. Kemungkinan hari kamis baru bisa difinalkan,” ujarnya, setelah rapat finalisasi pembahasan Raperda tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menjelaskan, bahwa sebagian OPD telah menyelesaikan pembahasannua. Dinas kesehatan, misalnya, telah dinyatakan clear setelah DPRD meminta adanya perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan dan masyarakat miskin. Begitu pula dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang telah menyepakati masukan DPRD.

“Dari PUPR sudah clear, saya tidak ingin ada pembebanan investasi alat yang berlebihan,” jelasnya.

Akan tetapi, masih ada beberapa catatan penting terhadap Dinas Lingkungan Hidup (DLH), khususnya terkait dengan pengelolaan dan retribusi sampah. DPRD menilai perlu adanya klasifikasi tarif yang lebih adil, diantara masyarakat kecil dan para pelaku usaha.

“Terkait dengan permasalahan sampah ini belum clear. Saya minta diklasifikasi dengan benar. Jangan sampai masyarakat kecil disamakan tarifnya dengan pengusaha besar,” tegasnya.

Ia juga memberikan contoh, bahwa tarif retribusi seharusnya dibedakan berdasarkan golongan, seperti masyarakat umum, pelaku usaha kecil, hingga pelaku usaha besar dengan skala produksi yang tinggi. Untuk itu, DPRD memberikan waktu selama tiga hari kepada DLH, agar dapat sesegera mungkin melakukan klasifikasi ulang pada tarif retribusi.

Baca Juga:  Lirik Sektor Non-Pertambangan, Rudi Ajak Seluruh Elemen Melek Potensi Lain
Baca Juga:  Rusdi Doviyanto Mendorong Bagi Hasil Retribusi Parkir Agar Di Evaluasi

Lanjut, ia juga menekankan pada perubahan Perda ku ini, diharapkan dapat memperkuat payung hukum dari pemungutan pajak dan retribusi daerah sekaligus dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda. Meski demikian, ia juga menekankan bahwa peningkatan PAD tidak boleh dilakukan dengan membebani masyarakat kecil dan kelompok masyarakat miskin.

“Tentunya kami mendukung perubahan Perda ini, khususnya karena berkaitan dengan PAD, tetapi dengan satu catatan penting, bahwa jangan sampai membebani masyarakat kecil dan miskin,” pungkasnya.

 

Baca Juga:  Kolaborasi Perusahaan Dan Warga Dorong Pembangunan Desa Jonggon Jaya

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan
DPRD Samarinda Minta Hotel Swasta Tetap Dapat Peluang di Tengah Prioritas Hotel BUMD
Teras Samarinda II Disiapkan untuk UMKM, DPRD Ingatkan Risiko Kemacetan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:28 WITA

TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan

Berita Terbaru