Lintasjejaring.com, Berau – H. Saga, Anggota Komisi III DPRD Berau, menyampaikan kekecewaannya, atas keterlambatan penyelesaian pembangunan dermaga utama, di Pulau Derawan, yang hingga kini belum rampung 100 persen, meski telah dikerjakan lebih dari tiga tahun terakhir.
Ia menyoroti, bahwa dermaga yang seharusnya menjadi infrastruktur kunci, untuk mendukung aktivitas wisata, dan bongkar muat barang, kini sudah digunakan masyarakat, meskipun belum sepenuhnya terselesaikan.
“Dari tahun ke tahun, selalu ada alasan. Dulu katanya cukup ditambah anggaran, di tahun berikutnya, tapi ternyata tetap tidak tuntas. Alasan klasiknya selalu anggaran tidak cukup,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pembangunan dermaga seharusnya, bisa difokuskan pada fungsi utamanya terlebih dahulu, seperti struktur tambatan, dan akses bongkar muat, sementara fasilitas penunjang, seperti ruang tunggu, dapat dikerjakan secara bertahap.
Ia juga menyesalkan, mekanisme penganggaran yang dinilai kurang efektif. Ia mengungkapkan, bahwa anggaran dermaga, sempat dijanjikan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT), akan tetapi akhirnya tidak terserap.
“Dulu saya sudah tanyakan, katanya anggarannya ada di ABT, tapi tidak terserap. Sekarang malah tidak masuk, di anggaran murni. Kalau terus mengandalkan ABT, yang biasanya dibahas Oktober atau November, itu sudah mepet untuk pelaksanaan fisik,” ujarnya.
Ia mengingatkan, bahwa pekerjaan fisik membutuhkan tahapan teknis, yang tidak bisa dipaksakan, dalam waktu sempit. Jika pola perencanaan, dan eksekusi anggaran tidak diperbaiki, ia khawatir pembangunan dermaga Derawan, akan terus tertunda.
“Jangan sampai proyek strategis seperti ini, dibiarkan mangkrak. Dermaga ini penting, bagi warga dan wisatawan. Harus ada komitmen serius, dari Pemerintah Kabupaten dan instansi teknis terkait,” tandasnya.
(Iza/ADV/Ed-Sean/DPRD Berau)









