Penentuan Koordinat Lahan Jadi Kunci Penyelesaian Sengketa, Kata Samri Shaputra

- Redaksi

Sabtu, 22 Maret 2025 - 20:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Samri Saputra, Anggota DPRD Samarinda

Foto : Samri Saputra, Anggota DPRD Samarinda

Lintasjejaring.Com, Samarinda – Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menegaskan bahwa penyelesaian sengketa pembangunan gedung Anggar dan Taekwondo di kawasan Folder Air Hitam bergantung pada kejelasan titik koordinat lahan yang akan ditentukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Polemik ini muncul setelah tujuh warga mengklaim belum menerima ganti rugi atas tanah yang kini telah digunakan untuk pembangunan fasilitas olahraga tersebut.

“Pemerintah kota merasa seluruh lahan sudah dibebaskan sejak 2013. Namun, belakangan muncul klaim dari masyarakat yang mengatakan tanah mereka belum dibayar. Maka, kita harus memastikan dulu letak lahannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kemungkinan sengketa ini terjadi akibat kesalahan pembayaran di masa lalu, di mana pemerintah kota mungkin telah mengganti rugi kepada pemilik awal tanpa mengetahui bahwa lahan tersebut sudah berpindah tangan.

Baca Juga:  Miris! Akses Muara Ancalong-Busang Rusak Parah, Budianto Bulang : Ini Jalan Utama Masyarakat, Kenapa Begitu Tidak Layak

“Kita tidak ingin pemerintah kota membayar lagi tanpa kejelasan. Kalau dibiarkan, nanti akan muncul lagi klaim baru dengan dokumen berbeda. Karena itu, koordinat lahan harus ditentukan dulu oleh BPN,” tambahnya.

Selain sengketa di Folder Air Hitam, Samri juga menyoroti dua persoalan lain, yakni status lahan transmigrasi dan rencana pengadaan lahan untuk pemakaman umum di setiap kecamatan.

Baca Juga:  Relokasi Pasar Subuh Disorot, DPRD Minta Pemkot Beri Dukungan Ke Pedagang

Terkait lahan transmigrasi, warga mengeluhkan sulitnya mengurus sertifikat sejak 2003 akibat adanya surat dari Kementerian Transmigrasi yang menghambat proses di BPN.

DPRD akan menggelar rapat lanjutan setelah pemilik lahan melengkapi dokumen administrasi yang diperlukan.

“Kami di DPRD berperan sebagai fasilitator. Kami ingin masyarakat mendapatkan haknya, tetapi data harus jelas agar tidak ada pihak yang dirugikan,” pungkasnya.

(Has)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar
Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan
Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan
Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi
Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau
Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:40 WITA

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:31 WITA

Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WITA

Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Berita Terbaru