Lintasjejaring.com, Berau – Sutami, Anggota Komisi II DPRD Berau, memberikan catatan penting, terkait percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih, di tingkat kampung, dan kelurahan, yang saat ini terus digencarkan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan, (Diskoperindag) Berau.
Menurutnya, Pembentukan Koperasi Memang langkah positif, untuk mendukung perekonomian desa. Akan tetapi, ia menegaskan, bahwa program ini, harus disesuaikan dengan kesiapan masing – masing wilayah, khususnya dari Segi Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola.
“Koperasi Merah Putih ini, harus kita dukung karena bisa bersinergi langsung, dengan kepala kampung. Mereka bahkan, bisa mengakses pinjaman ke bank – bank BUMN, hingga Rp3 miliar,” ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Walaupun demikian, Sutami mengingatkan bahwa Koperasi tidak boleh dibentuk secara tergesa – gesa, tanpa mempertimbangkan, kapasitas pengelolaan.
“Kalau SDM belum siap mengelola keuangan, dan administrasi koperasi, itu justru akan jadi beban. Jangan sampai, koperasi hanya ada di atas kertas, tapi tak berjalan efektif,” ujarnya.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menilai, bahwa Kabupaten Berau memiliki potensi besar, untuk mengadopsi program ini, akan tetapi, harus dilakukan secara bertahap dan selektif.
“Kita punya 13 kecamatan, dan 110 kampung. Di antaranya, sudah banyak yang layak membentuk koperasi. Tapi tentu, tidak semua bisa dipukul rata,” jelasnya.
Sutami pun menekankan, agar tidak ada pemaksaan terhadap kampung, yang belum siap.
Menurutnya, pembentukan koperasi, seharusnya lahir dari kesiapan, dan kebutuhan masyarakat, bukan karena tekanan administratif.
“Setiap kampung punya kondisi yang berbeda, jadi harus dilihat secara objektif. Kalau memang belum siap, sebaiknya diberikan waktu dan pendampingan, bukan dipaksakan,” pungkasnya.
(Iza/ADV/Ed-Sean/DPRD Berau)









