Lintasjejaring.com, Berau – Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, menegaskan bahwa rencana penggabungan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Berau, ke Universitas Muhammadiyah Berau (UMB), tidak boleh dilakukan secara tergesa – gesa.
Ia menekankan akan pentingnya kajian komprehensif, sebagai dasar pengambilan keputusan.
“Merger ini, menyangkut masa depan dosen dan mahasiswa, jadi tidak bisa diputuskan sepihak,” ujarnya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, STIPER Berau masih memiliki kapasitas, dan infrastruktur yang memadai, untuk tetap berdiri sendiri secara mandiri. Ia menyarankan agar kajian sebelumnya, dihidupkan kembali guna menilai kelayakan tersebut.
“Kami mendorong agar tim kajian, yang pernah dibentuk, agar dapat diaktifkan kembali, untuk menilai kelayakan STIPER bertahan secara mandiri,” katanya.
Ia menilai, STIPER memiliki peran penting, dalam mendukung ketahanan pangan nasional, melalui pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sektor pertanian.
“Kita butuh lembaga pendidikan seperti STIPER untuk mencetak SDM pertanian. Justru harusnya diperkuat, bukan digabungkan begitu saja,” tegasnya.
Ia mengingatkan, agar seluruh proses merger, melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk juga dengan para mahasiswa, dosen, yayasan, serta masyarakat.
“Ini bukan keputusan kecil. Butuh keterbukaan, kehati-hatian, dan tanggung jawab,” pungkasnya.
(Iza/ADV/Ed-Sean/DPRD Berau)









