Lintasjejaring.com, Samarinda – Kalimantan Timur (Kaltim) resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Dialog Serantau Borneo-Kalimantan (DSBK) ke-16 yang akan digelar pada 17–20 Juni 2025 mendatang.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, menyambut baik kepercayaan tersebut dan menilai ini sebagai momentum strategis bagi penguatan budaya lokal di level internasional.
“Tentu kita patut bersyukur atas penunjukan ini. Sekarang tinggal bagaimana mutu kegiatan itu bisa dikemas sesuai dengan target dan tujuan serta menjadi tuan rumah yang baik bagi para tamu dari berbagai negara,” ujar Sarkowi, Rabu (11/6/25). Ke
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menuturkan, dari sisi dukungan anggaran, DPRD Kaltim sudah mengambil sikap jelas. Meski sempat ada rencana pengurangan anggaran atas nama efisiensi, DPRD meminta agar langkah itu dikaji secara hati-hati.
“Waktu rapat Banggar bersama Ibu Sekda, kami sampaikan bahwa parameter efisiensi harus jelas. Kita sudah sejak lama ditetapkan sebagai tuan rumah, dan ini menyangkut nama baik daerah. Akhirnya anggarannya tidak jadi dikurangi,” jelas Sarkowi
Tak Hanya sebagai acara seremoni, Sarkowi menilai forum budaya antarnegara ini harus bisa menjadi pemantik semangat bagi budayawan dan seniman lokal. Ia mengakui bahwa kualitas karya seni Kaltim sudah sangat luar biasa, hanya saja masih kurang dari sisi dukungan anggaran.
“Selama ini tidak terbantahkan bahwa seniman kita memiliki karya luar biasa. Sayangnya dukungan anggaran masih minim. Sekarang kita sudah punya Perda tentang Pemajuan Kebudayaan dan itu satu-satunya Perda yang ada di Indonesia. Saya waktu itu Ketua Pansusnya,” tambahnya.
Sarkowi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu Wakil Gubernur Kaltim untuk membahas regulasi turunan dari Perda tersebut.
“Tadi malam saya bertemu Pak Wagub, beliau langsung minta Biro Hukum untuk segera menyelesaikan Pergub-nya. Ini langkah penting,” ujarnya.
Momentum ini dinilai semakin lengkap dengan rencana dukungan dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon yang siap mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk mendorong skenario sejarah Kutai dan Kaltim dalam rangkaian kegiatan budaya nasional.
“Ini akan dikolaborasikan dengan Dewan Kesenian Kaltim. Apalagi sekarang Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) di Kaltim juga sudah keluar SK-nya. Jadi tidak ada lagi kekhawatiran soal regenerasi seniman,” pungkasnya.
(Sull)









