Lintasjejaring.com, Samairnda – Bahan Bakar Minyak (BBM), di Kalimantan Timur (Kaltim), kerap mengalami masalah yang merusak mesin kendaraan, DPRD Kaltim sigap ambil tindakan.
BBM, yang beredar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kaltim, kerap menjadi sasaran keluhan masyarakat, akibat bahan bakar yang didapatkan masyarakat, khususnya di Kota Samarinda, Kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kerap memberikan masalah pada mesin kendaraan.
Masalah yang terjadi, berupa kendaraan yang diisi, kerap mengalami mesin brebet saat digunakan, permasalahan ini tidak hanya terjadi pada kendaraan lama, akan tetapi juga terjadi pada kendaraan baru, yang keluar dari dealer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komisi II DPRD Provinsi Kaltim, melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP), bersama dengan pihak Manajemen Pertamina di Gedung E DPRD Provinsi Kalimantan Timur, untuk membahas terkait permasalahan BBM, yang merugikan pihak masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, H. Sabaruddin Panrecalle, menekankan pihak Pertamina, untuk dapat mengambil tindakan tegas, terkait isu yang beredar dimasyarakat.
“Bapak – bapak manajemen Pertamina sekalian, kendaraan yang terdampak ini bukan hanya satu atau dua saja, akan tetapi ada 600 – an lebih kendaraan yang terdampak, juga ada ambulance yang terdampak, ini merupakan permasalahan serius yang perlu segera diatasi,” ucapnya.
Permasalahan yang telah terjadi ini, telah berlangsung cukup lama, dan tidak ada nya jawaban pasti dari pihak Pertamina, sehingga permasalahan yang terjadi, semakin runyam dan tidak menemui titik terang.
“Kami hadir disini, untuk mencari solusi untuk warga Kaltim, agar permasalahan ini dapat segera diatasi, dan Pertamina dapat segera menemukan jawaban dari permasalahan yang terjadi,” tegasnya.
Banyaknya masyarakat yang terdampak, membuat masyarakat mengalami kerugian yang cukup besar, terutama pada pihak masyarakat yang berprofesi sebagai ojek online, karena kendaraan yang bermasalah, menjadikan sumber pendapatan mereka tersendat.
“Jangan sampai, masyarakat hilang kepercayaan pada Pihak Pertamina, jika hal ini terjadi, apakah kami harus menghadirkan kompetitor dari Pertamina, agar Pertamina mau berbenah diri,” ujarnya.
Banyaknya masyarakat yang terkena dampak, membuat Komisi II DPRD Kaltim, sesegera mungkin, akan menindaklanjuti dengan tegas perkara BBM ini, jika Pertamina tidak dapat memberikan jawaban pasti akan permasalahan yang terjadi
(Sean)









