Lintasjejaring.com, Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengingatkan agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus profesional dan mandiri.
Hal itu ia sampaikan, agar BUMD tidak terus-menerus bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Iswandi bilang bahwa BUMD harus berani menyusun strategi bisnis yang efektif. Serta mengambil risiko yang diperlukan untuk mencapai kemandirian finansial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyebutkan, pentingnya BUMD untuk tidak selalu bergantung pada APBD. Melainkan mencari alternatif pendanaan lain, seperti skema sindikasi perbankan atau pinjaman komersial. Dengan pengelolaan yang baik, utang tersebut bisa dilunasi tanpa membebani APBD.
“BUMD tidak bisa selamanya mengandalkan APBD untuk beroperasi. Kalau mau berbisnis, harus berani menyusun strategi dan mengambil risiko bisnis,” ujar Iswandi.
Iswandi juga mendorong agar ada pengawasan yang ketat terhadap kinerja BUMD.
“jika BUMD tidak dapat memberikan keuntungan, lebih baik dana tersebut disimpan di bank untuk menghindari pemborosan,” timpalnya.
“Saya tidak mau jika BUMD hanya menjadi tempat untuk menampung orang. Intinya, BUMD harus untung. Jika tidak, lebih baik kita depositokan saja uang di bank, itu lebih aman,” sambung Iswandi.
Selain itu, Iswandi menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menilai masih ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum optimal dalam pengelolaan anggaran. Ia mengusulkan efisiensi anggaran dengan memangkas pos-pos yang tidak terlalu prioritas, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025.
Diakhir wawancara ia mengungkapkan bahwa untuk mencapai kemandirian finansial pada BUMD haru menekankan pentingnya reformasi struktural dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Dengan langkah-langkah yang tepat, kita berharap agar BUMD dapat beroperasi secara mandiri tanpa terus-menerus mengandalkan APBD. Sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap perekonomian daerah,” pungkasnya.
(Has)









