Lintasjejaring.com, Samarinda – Wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kabupaten Kutai Timur kembali mengemuka dan menjadi sorotan di kalangan legislatif. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Sulasih, menilai isu pemekaran ini sebenarnya bukan hal baru, tetapi kini menjadi pembahasan yang semakin relevan.
Mencuatnya kembali isu pemekaran DOB baru Kutai Timur, menarik perhatian publik maupun anggota DPRD Kaltim. Salah satunya, politisi PKB, Sulasih. Menurutnya, hal ini perlu menjadi atensi bagi mayarakat dan stake holder Kabupaten Kutai Timur maupun Kaltim.
“Ini isu lama yang sudah lama diperbincangkan. Namun, dengan mencuatnya kembali pembahasan ini, saya rasa ini menjadi perhatian yang perlu ditindaklanjuti,” ujar Sulasih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun begitu, Sulasih mengungkapkan bahwa hingga saat ini, belum ada pemetaan wilayah yang konkret terkait DOB tersebut. Ia menilai, ada banyak hal yang masih harus dikaji secara mendalam, termasuk potensi dampaknya terhadap masyarakat.
“Pemetaan wilayah dan dampak pemekaran ini masih perlu pembahasan lebih lanjut. Ini tidak bisa diputuskan terburu-buru,” tambahnya.
Rencana pemekaran ini diharapkan dapat mencakup sebagian wilayah Kutai Timur, dengan tujuan mendekatkan layanan pemerintahan kepada masyarakat, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan warga, terutama di daerah yang selama ini sulit terjangkau.
Sulasih menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam pembahasan ini, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Ia juga menggarisbawahi perlunya transparansi dalam setiap tahapan agar keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat.
“Kami akan terus memantau perkembangan ini dan memastikan prosesnya berjalan transparan serta berpihak pada kepentingan masyarakat Kutai Timur,” tutupnya.
(Sul)









