Satu Dasawarsa Kolaborasi Hijau untuk Kaltim Lestari

- Redaksi

Kamis, 31 Oktober 2024 - 09:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Peserta perayaan ulang tahun YKAN ke sepuluh di Samarinda

Foto: Peserta perayaan ulang tahun YKAN ke sepuluh di Samarinda

Lintasjejaring.com, Samarinda – Sebagai provinsi dengan kekayaan alam yang sangat besar, Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki peran strategis dalam upaya menjaga kelestarian hutan tropis dan keberlanjutan kehidupan dunia. Penerapan prinsip pembangunan hijau menjadi salah satu upaya yang terus dilakukan Pemprov Kaltim melalui kemitraan dengan berbagai pihak termasuk salah satunya dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

“Pembangunan hijau bukan sekadar pilihan, tetapi sebuah keharusan untuk menjaga bumi dan kehidupan generasi mendatang. Keberhasilan YKAN dalam mengintegrasikan konservasi dengan pemberdayaan masyarakat lokal adalah contoh yang patut ditiru. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan organisasi konservasi seperti YKAN adalah kunci keberhasilan dalam menjaga kelestarian alam yang kita miliki,” ujar Sekretaris Daerah Kalimantan Timur Sri Wahyuni dalam sambutannya di acara perayaan 10 tahun YKAN di Samarinda, 30 Oktober 2024 yang bertajuk Kolaborasi Hijau untuk Nusantara Lestari.

Di Kalimantan Timur, program konservasi mulai dijalankan  tahun 2002 oleh The Nature Conservancy (TNC).  Pada tahun 2014, YKAN meneruskan pekerjaan program konservasi ini dengan mengedepankan semangat kemitraan. YKAN hadir dengan komitmen memberikan solusi inovatif demi mewujudkan keselarasan alam dan manusia melalui tata kelola sumber daya alam yang efektif. Pendekatan nonkonfrontatif juga dikedepankan dengan membangun jaringan kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan untuk Indonesia yang lestari.

Buah Manis Pembangunan Hijau Kaltim

Saat ini, 441 desa atau kelompok masyarakat di Kalimantan Timur dalam proses mendapatkan insentif berbasis kinerja dari Program Forest Carbon Partenship Facility-Carbon Fund (FCPF-CF) sebagai penghargaan atas upaya penurunan emisi di tingkat tapak selama periode 2019 – 2024. Pada tingkat pemerintahan, percepatan penurunan emisi terus didorong oleh multipihak melalui Kesepakatan Pembangunan Hijau atau Green Growth Compact (GGC) yang sejak dimulai pada tahun 2018, kini sudah mendapatkan dukungan lebih dari 300 lembaga.

Foto: Pemotongan tumpeng dengan penjelasan dari Ki-ka : Manajer Senior Program Terestrial YKAN Niel Makinuddin, Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim Daddy Ruchiyat, Direktur PT Gunung Gajah Abadi Totok Suripto, Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Timur Joko Istanto, Kepal Dinas Kelautan dan Perikanan Irhan Hukmaidy, Asisten III Sekretaris Daerah Riza Indra Riadi, Kepala Dinas Perkebunan Ence Ahmad Rafiddin Riza, Direktur Eksekutif YKAN Herlina Hartanto, Asiste II Sekretaris Daerah Ujang Rachmad, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Noor Utami, Ketua Dewan Pengawas YKAN Agustina Supriyani Kardono, Ketua Yashiwa Monica Kusneti, Dekan Fahutan Unmul Profesor Irawan Wijaya Kusuma, Perwakilan BKSDA Kaltim Dheny Mardiono, Direktur Program Terestrial YKAN Ruslandi.

Program pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat juga memberikan kontribusi positif. Komitmen Pemerintah menguat seiring dengan terbitnya Peraturan Daerah tentang SIGAP (Aksi Insipiratif Warga untuk Perubahan) sebagai pendekatan pendampingan desa di Pemprov Kaltim dan Kabupaten Berau, dan dilaksanakannya Program SIGAP Sejahtera oleh Pemkab Berau.

Komitmen multi pihak dalam menjaga kelestarian alam Kalimantan juga tercermin dalam wadah forum yang berkomitmen mengelola kawasan bernilai konservasi tinggi di Bentang Wehea-Kelay. Dari data YKAN, kawasan seluas 406.344 hektare ini ditempati 1282 individu orangutan hidup (data survei 2020) serta 13.090 jenis flora dan fauna (data survei 2022).

Baca Juga:  Kembangkan Kretivitas Pemuda Dalam Memanfaatkan Teknologi Digital, Hasbar : Kami Adakan Pelatihan Konten Kreator

“Lewat kemitraan dalam forum Wehea Kelay ini, kami bisa terus mewujudkan komitmen perusahaan dalam mengedepankan prinsip pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Operasional tata kelola hutan produksi bisa dijalankan selaras dengan prinsip kelestarian alam dengan pelibatan masyarakat di sekitar wilayah konsesi,” ungkap Direktur Utama PT Gunung Gajah Abadi, Totok Suripto yang juga merupakan salah satu anggota Forum Wehea Kelay yang hadir di acara itu.

Meskipun sudah banyak buah manis yang bisa dirasakan dalam upaya pewujudan pembangunan hijau di Kalimantan, namun ruang perluasan program konservasi yang berkelanjutan masih banyak terbuka dengan bayang-bayang tantangan yang semakin mengancam alam dan keberlangsungan hidup manusia.

Bersama kita menemukan jalan

Together, we find a way atau Bersama Kita Menemukan Jalan,  menjadi tema yang dipilih YKAN dalam perayaan 10th misi konservasi di Indonesia tahun ini. “Kami sangat mengapresiasi kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk mendukung pembangunan hijau di Kalimantan Timur. Terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, perusahaan, dan masyarakat yang sudah bekerjasama erat dengan YKAN selama 10 tahun terakhir ini.”

Baca Juga:  DPRD Berau Desak Pengawasan Ketat Minyakita, Pastikan Takaran Dan Harga Sesuai
Foto: Direktur Eksekutif YKAN Herlina Hartanto ketika memberikan sambutan pada perayaan 10 tahun YKAN dengan Tema Kolaborasi Hijau untuk Nusantara Lestari

“Saya percaya, kita bisa memperkuat bahkan memperluas kolaborasi yang sudah ada sehingga alam terjaga dan masyarakat sejahtera di tengah tantangan krisis alam yang semakin kompleks,“ ungkap Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto, yang didampingi Ketua  Pengawas YKAN, Yani Kardono dalam kesempatan yang sama.

Perbaikan tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi salah satu hal yang perlu terus dilanjutkan dengan pelibatan multi pihak. Adanya penguatan dukungan dari sistem finansial diharapkan mampu meningkatkan dampak pembangunan hijau yang berkelanjutan.

Momentum perayaan 10th YKAN ini diharapkan dapat menjadi momen refleksi seluruh pihak untuk menguatkan komitmen bersama dalam menjaga alam dan keanekaragaman Indonesia dimulai dari tanah Kalimantan Timur.  Together, we find a way untuk Kalimantan Timur lestari!

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imigrasi Samarinda Gandeng Media, Perkuat Transparansi dan Tangkal Disinformasi Keimigrasian
Meski Akses Terbatas Hambat Penanganan Karhutla, BPBD Kaltim Pastikan Tetap Komitmen 
Sekjen Korda CMI Kaltim Kritik DLH Provinsi Soal Persoalan Sampah
Petugas dan Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda Lakukan Shalat Ghaib Untuk Alm. Endang Lintang Hardiman
Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian
Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah Di Folder Air Hitam
Haraku Ramen Resmi Hadir Di Samarinda, Sajikan Cita Rasa Jepang Yang Nyaman Di Lidah, Kantong, Dan Hati
Panorama Mahakam Hingga Kisah Lonceng Masa Lalu, Daya Tarik Tebing Lonceng Samarinda
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:33 WITA

Imigrasi Samarinda Gandeng Media, Perkuat Transparansi dan Tangkal Disinformasi Keimigrasian

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:01 WITA

Meski Akses Terbatas Hambat Penanganan Karhutla, BPBD Kaltim Pastikan Tetap Komitmen 

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:56 WITA

Sekjen Korda CMI Kaltim Kritik DLH Provinsi Soal Persoalan Sampah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:05 WITA

Petugas dan Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda Lakukan Shalat Ghaib Untuk Alm. Endang Lintang Hardiman

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA