Lintasjejaring.com, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkoordinasi dengan PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyikapi pemadaman listrik berulang di daerah tersebut. Kamis (29/10/2026).
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan komunikasi dilakukan untuk menyampaikan kendala kelistrikan sekaligus memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
Aulia menjelaskan, pemerintah daerah berperan sebagai mitra dan tidak terlibat langsung dalam operasional PLN. Meski demikian, persoalan pemadaman tetap menjadi perhatian karena berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami hanya menjadi mitra dari pemerintah dan tidak terlibat langsung dalam proses operasional PLN itu sendiri,” jelas Aulia.
Ia mengatakan, Pemkab Kukar telah menyampaikan usulan pembangunan PLTU Mulut Tambang kepada Kementerian ESDM, khususnya bidang kelistrikan. Usulan itu didasarkan pada kemungkinan adanya keterbatasan atau kekurangan daya untuk memenuhi kebutuhan listrik dan pembangunan di Kukar.
Menurut Aulia, usulan tersebut sudah disampaikan sebelum pemadaman berulang yang terjadi saat ini. Pemerintah daerah menilai ketersediaan daya perlu menjadi perhatian agar kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi.
“Apabila di Kukar terdapat keterbatasan atau kekurangan daya untuk pembangunan maupun kebutuhan listrik, kami mendorong pembangunan PLTU Mulut Tambang di Kabupaten Kukar,” ujarnya.
Selain menyampaikan usulan pembangunan pembangkit, Pemkab Kukar juga menyoroti kondisi pemadaman bergilir di Tabang. Aulia menyebut pemadaman di wilayah itu terjadi hampir setiap hari, meskipun terdapat aktivitas pertambangan batu bara berskala besar.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus menyalurkan aspirasi warga melalui koordinasi dengan pihak yang memiliki kewenangan.
Langkah tersebut menjadi upaya yang dapat dilakukan Pemkab Kukar untuk menyuarakan persoalan kelistrikan.
“Kami selalu berkoordinasi dengan PLN dan Kementerian ESDM, khususnya bidang kelistrikan, agar kondisi seperti ini tidak terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara,” pungkasnya.
(Adv/Diskominfo Kukar)









