Waspada DBD, Praktisi Kesehatan Himbau Warga Rutin Melakukan G1R1J

- Redaksi

Jumat, 22 Maret 2024 - 12:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Lintasjejaring.com, Jakarta – Dr. Ngabila Salama selaku seorang praktisi kesehatan menghimbau seluruh warga untuk dapat rutin melancarkan Gerakan 1 Rumah 1 Kader Jumantik (G1R1J) bertujuan untuk mencegah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan.

“Untuk mencegah puncak dengue terjadi pada bulan April 2024, saya sarankan untuk menggencarkan G1R1J dengan menunjuk petugas Pemberantas Sarang Nyamuk (PSN) di rumah,” ucapnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa peran petugas Pemberatasan Sarang Nyamuk (PSN) juga dapat melibatkan anggota keluarga mulai dari orang tua, anak dan Asisten Rumah Tangga (ART) yang dapat dilakukan dengan prinsip 3 X 10 setiap hari Jum’at pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menjabarkan prinsip 3 X 10 adalah pemeriksaan terhadapa seluruh kondisi air di berbagai tempat seputaran rumah yang dapat berpotensi untum menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk serta keberadaan jentik nyamuk, tindakan ini dilakukan setiap jam 10 pagi selama 10 menit dengan kurun waktu minimal sekali dalam 10 minggu.

Baca Juga:  Grab Menjadi Perusahaan Teknologi Pertama Raih Sertifikat Penetapan Program Kepatuhan

“Kenapa harus 10 pagi? karena nyamuk dengue yaitu Aedes Aegypti suka aktif pada pagi hari dari jam 08.00-10.00 WIB dan sore hari di jam 15.00-17.00 WIB,” jelasnya.

Menurut Dr. Ngabila Salama, untuk pelaksanaan program PSN 3M Plus harus dilakukan secara rutin, peran masyarakat untuk saling mengingatkan serta mengajak setiap orang untuk melaksanakan program tersebut mulai dari tingkat RT/RW dengan menggunakan Toa Masjid, Musholla, Surau ataupun Rumah Ibadah lainnya sebagai sarana informasi pelaksanaan program.

3M Plus sendiri adalah, menguras tempat penampungan air, menutup tempat – tempat penampungan air serta melakukan daur ulang pada setiap barang yang memiliki potensi menjadi wadah bagi nyamuk untuk berkembang biak.

Adapun, beberapa poin plus yang dapat dilakukan oleh masyarakat contohnya menanam tanaman penyangkal nyamuk seperti, tanaman lavender dan sereh, memeriksa tempat yang berkemungkinan menjadi penampungan air, juga masyarakat dapat memelihara ikan pemakan jentik nyamuk seperti ikan cupang atau juga menggunakan obat anti nyamuk.

Baca Juga:  Nusron Wahid Soroti Sertifikat Tanah Tanpa Peta Kadastral, Rawan Picu Konflik Agraria

Ngabila juga turut mengingatkan, jika ada anggota keluarga yang terkena demam dalam kurun waktu dua dan tidak memunculkan tanda – tanda pulih di rumah, pihak masyarakat patut mewaspadainya dikarenakan adanya potensi terjangkit gejala dengue.

“Di RSUD Tamansari tempat saya bekerja saat ini saja, kasus meningkat di seluruh kelompok umur tapi tetap lebih banyak 70 persen pada anak usia SD dan SMP,” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan, menurutnya gejala dengue yang khas yang dapat muncul pada anak yakni, adanya infeksi pada saluran pencernaan dan pernafasan, batuk, pilek, diare serta suliat untuk Buang Air Besar (BAB). Adapun, dalam beberapa kasus tersendiri juga bisa muncul infeksi campuran dengan penyakit tipes

Baca Juga:  Anggota DPRD Berau Dorong Pemkab Berau Atasi Kekurangan Penyuluh Pertanian

Sedangkan, gejala untuk kalangan dewasa berupa terkena infeksi virus lain, demam tinggi di atas 39 derajat, lalu demam naik – turun, nyeri pada daerah belakang mata, pegal sendi dan otot, mual serta muntah.

Masyarakat juga diminta untuk segera membawa korban menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk segera mendapatkan penanganan serta deteksi dini melalui pemeriksaan darah serta tata pelaksaanaan medis lainnya.

“Jika sudah terkena dengue sekali masih bisa terkena sampai empat kali karena dengue punya empat varian saat ini DEN 1,2,3 dan 4. Jika sudah sembuh dari dengue, kita juga dapat langsung divaksinasi dengue tanpa menunggu. Untuk usia 6-45 tahun diberikan dua kali selang pemberian tiga bulan,” tutupnya.

Penulis : Stefen

Editor : Niken

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan
Tak Ada Ruang Salah, Borneo FC Fokus Amankan Tiga Poin
Istikmal 30 Hari, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026
Harga Pertamax Naik Lagi, BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mulai Maret 2026
Ditjen Imigrasi Dorong Inovasi, Fokus Optimalisasi Layanan dan Penegakan Hukum
HUT Ke – 53 PDI Perjuangan, DPC Samarinda Pilih Panti Lansia Untuk Menyapa Akar Kerakyatan
‎Pelatihan Wasit Atletik Disabilitas, Hetifah Harapkan Kualitas Wasit NPCI Kaltim Terus Meningkat
Mualem Beri Lampu Hijau, Bantuan Internasional Bisa Masuk Di Tanah Aceh
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:03 WITA

Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan

Jumat, 24 April 2026 - 18:00 WITA

Tak Ada Ruang Salah, Borneo FC Fokus Amankan Tiga Poin

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WITA

Istikmal 30 Hari, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:21 WITA

Harga Pertamax Naik Lagi, BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mulai Maret 2026

Senin, 26 Januari 2026 - 05:21 WITA

Ditjen Imigrasi Dorong Inovasi, Fokus Optimalisasi Layanan dan Penegakan Hukum

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA